Sukses dari Kampung Halaman, Lia Nuryanah Saksikan #ProduktifdiNegeriSendiri
JAKARTA, investor.id – Sukses dari kampung halaman, wirausahawan Lia Nuryanah menyaksikan #ProduktifdiNegeriSendiri. Meningkatnya biaya hidup serta persaingan kerja yang ketat membuat banyak orang tertarik dengan tagar #KaburAjaDulu, yang dianggap sebagai solusi untuk mencari penghasilan lebih baik.
Di sisi lain, banyak individu yang tetap #Produktifdinegerisendiri dengan membangun usaha, serta membuka peluang tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
Dengan kreativitas, ketekunan, dan strategi yang tepat, mereka membuktikan bahwa keberhasilan tidak selalu harus diraih di luar negeri. Kisah-kisah inspiratif para wirausahawan ini bisa menjadi motivasi bagi siapa saja yang ingin meraih kemandirian finansial di daerah asal mereka.
Salah satu contohnya adalah Lia Nuryanah, lulusan Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB). Lia aktif di kampung halamannya, Cikondang, dan sukses mengembangkan budidaya jahe merah serta kopi bersama warga setempat.
Bahkan, Lia mampu bekerja sama dengan salah satu PT terbesar, PT Bintang Toedjoe. Ia juga mendirikan Kondang Muda Farm dan tergabung dalam Paguyuban Penggembala Kambing Desa Cikondang.
Dilansir dari laman Alumni IPB Pedia, berikut sekelumit napak tilas kisah sukses Lia Nuryanah yang #Produktifdinegerisendiri berkat ketekunannya.
Berasal dari keluarga petani, Lia sudah terbiasa dengan dunia pertanian sejak kecil.
“Sejak kecil saya membantu orang tua mencari rumput untuk ternak dan ikut dalam panen padi,” tuturnya, dikutip dari laman Alumni IPB Pedia, Jumat (21/2/2025).
Dedikasinya terhadap jahe merah membawanya bekerja sama dengan PT Bintang Toedjoe. Selain itu, ia juga mengembangkan sereh wangi, kopi khas Desa Cikondang bernama Cikko Coffee, serta pupuk organik. Kehadirannya memberikan dampak positif bagi para petani dan usaha kecil di wilayahnya.
Semasa sekolah, Lia dikenal berprestasi di bidang olahraga. Namun, keterbatasan ekonomi menjadi tantangan dalam pendidikannya.
“Saat SMP dan SMA, saya sempat menghadapi kesulitan ekonomi. Orang tua bertanya apakah saya ingin lanjut sekolah atau membantu mencari rumput,” kenangnya. Berkat prestasi itu, ia mendapatkan beasiswa Bidikmisi dan lulus dari IPB University.
Setelah menyelesaikan kuliah pada 2021, ia memilih kembali ke Cikondang. Menyadari banyak lahan produktif yang terbengkalai akibat hama, Lia terdorong untuk membangun desa. Ia pun aktif di Karang Taruna dan mendirikan Kondang Muda Farm untuk mengembangkan potensi pertanian bersama generasi muda.
Menjadi Kepala Desa Termuda
Pada 2021, Lia didorong masyarakat untuk maju dalam pemilihan kepala desa. Meski sempat diragukan karena usianya yang masih muda dan sebagai perempuan, ia tetap melangkah dengan penuh keyakinan.
“Ada yang menganggap saya terlalu muda atau meragukan kepemimpinan perempuan,” tutur Lia.
Namun, dalam Pilkades serentak 2021 di Kuningan, Lia memenangkan 405 suara, mengalahkan pesaingnya yang memperoleh 175 suara. Di usia 28 tahun, ia resmi menjabat sebagai Kepala Desa Cikondang dan menjadi kepala desa termuda di Kuningan.
Keputusannya untuk maju dalam pemilihan hanya membutuhkan waktu satu tahun pertimbangan. Dengan latar belakang aktif berorganisasi sejak kecil serta pengalaman bertani, ia merasa siap memimpin desa. Sebagai putri mantan Lurah Cikondang, Cahidi, bakat kepemimpinan sudah mengalir dalam dirinya.
“Saya bisa lebih mudah menentukan kebijakan desa, terutama dalam mengembangkan pertanian dan perkebunan. Apalagi, iklim di sini sangat mendukung,” tutur alumni SMAN 3 Kuningan angkatan 2012 ini.
Program Inovatif untuk Desa
Sebagai kepala desa, Lia merancang berbagai program unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah mengajak warga bercocok tanam, baik dalam skala kecil dengan polybag di pekarangan rumah maupun dalam skala besar.
“Kemenangan ini adalah amanah besar. Saya bersyukur atas kepercayaan masyarakat, yang menjadi motivasi dalam kepemimpinan saya,” kata dia.
Program unggulannya mencakup Cikondang Caang (Caang Kebun), yaitu upaya memperindah desa dengan berbagai tanaman. Program ini lahir karena banyak lahan subur yang kurang produktif akibat hama.
Selain itu, ia mendorong setiap rukun tetangga (RT) memiliki produk unggulan. Pengembangan wisata edukasi berbasis agrowisata serta optimalisasi pelayanan air bersih juga menjadi prioritasnya.
“Kami ingin menggali potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan di sini,” ucap Lia.
Inovasi di Dunia Pertanian
Lia juga sukses mengembangkan wisata edukasi berbasis pertanian. Salah satu inovasinya adalah pemanfaatan singkong sebagai pangan alternatif. Ia menciptakan Gucaksi (gula cair dari kulit singkong rendah kalori), yang sekaligus mengurangi limbah dari pengolahan singkong.
“Kami memberikan pelatihan dan menerima kunjungan sebagai bagian dari edukasi Gucaksi. Selain itu, kami mendirikan Saung Cassava sebagai wadah pengolahan produk berbasis singkong. Di sini, kami mendampingi dari produksi hingga pemasaran. Bumdes juga berperan dalam menampung hasil panen,” terangnya.
Perjalanan karier Lia Nuryanah menjadi salah satu bukti #Produktifdinegerisendiri dapat membuahkan hasil. Kisahnya menunjukkan kaum muda bisa menjadi agen perubahan yang membawa harapan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

