Kamis, 14 Mei 2026

Enam Negara Produsen Lada Bertemu di Lombok

Penulis : Antara
18 Nov 2011 | 14:49 WIB
BAGIKAN

MATARAM-Delegasi dari enam negara produsen lada segera bertemu di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk membahas masalah yang berkaitan dengan perdagangan lada di level dunia.

"Delegasi dari enam negara produsen lada itu sudah mengonfirmasi kehadirannya, dan pertemuan itu akan digelar di Hotel Sheraton, kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, 22-26 November mendatang," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB Lalu Imam Maliki, di Mataram, Jumat (18/11).

Ia mengatakan, sidang komunitas lada internasional ke-39 itu akan dihadiri delegasi dari negara-negara produsen lada yang tergabung dalam "International Pepper Community" (IPC).

Pesertanya dilaporkan sedikitnya 100 orang yang berasal dari negara produsen lada anggota IPC yakni Brazil, India, Indonesia, Malaysia, Sri Lanka dan Vietnam, dan negara produsen lada non-anggota IPC yakni China dan Thailand).

Importer lada utama dunia serta wakil-wakil organisasi internasional terkait, termasuk diantaranya wakil FAO, juga dilaporkan akan hadir.

Sidang komunitas lada internasional itu juga akan melibatkan para eksportir lada terkemuka, pejabat pemerintah serta pihak terkait lainnya.

Sidang tersebut mengagendakan pembahasan perkiraan produksi yang lalu dan tahun-tahun mendatang, masalah standar mutu dan perdagangan lada dunia, sekaligus merupakan forum pertemuan para ahli teknis produksi dan perdagangan lada.

Pokok bahasan lainnya yakni berbagai aturan-aturan perdagangan lada, permintaan (demand) lada saat ini dan trend di masa mendatang, serta pola konsumsi dunia.

"Berbagai permasalahan yang dihadapi petani lada, seperti harga di tingkat petani yang rendah, penyakit dan hama lada, serta rendahnya harga lada di pasar internasional, juga akan diperbincangkan," ujarnya.

IPC merupakan pertemuan internasional yang juga pernah dilaksanakan di Bali, Indonesia, pada 2005.

Imam mengatakan, NTB dipilih sebagai tuan rumah sidang IPC ke-39 karena pemerintah ingin menjadikan NTB sebagai salah satu daerah potensial pengembangan lada di masa mendatang, selain mengoptimalkan potensi di sektor pariwisata.

Penyelenggaraan sidang komunitas lada internasional di wilayah NTB itu akan memotivasi petani dan pelaku usaha lada untuk terus mengembangkan komoditas bernilai ekonomis yang cukup menjanjikan itu.

"Petani lada makin semangat, pengusaha pun makin giat. Selain itu, kehadiran pengusaha lada dunia di NTB akan berdampak positif terhadap kemajuan ekonomi nasional dan daerah, karena mereka bisa melihat langsung potensi pengembangan lada di daerah ini, selain berwisata ke berbagai obyek wisata unggulan," ujarnya.(ant/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 32 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 43 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia