Bulog Bersiap Realisasikan Cadangan Jagung Pemerintah
JAKARTA, investor.id–Perum Bulog bersiap menjalankan penugasan dari pemerintah untuk mewujudkan cadangan jagung pakan pemerintah (CJPP). Dengan CJPP, pemerintah melalui Bulog akan lebih leluasa melakukan intervensi ketika harga jagung di tingkat peternak melambung. Bulog telah dibekali sejumlah instrumen regulasi yang memungkinkan perusahaan pelat merah itu mendapatkan pinjaman murah dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna merealisasikan CJPP.
Menurut Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, untuk mewujudkan CJPP, Bulog akan menyerap produksi jagung lokal. Sejauh ini, tidak ada penugasan impor untuk jagung pakan. "Sampai saat ini, tidak ada penugasan impor karena dengan pengolahan khususnya untuk pakan bisa terpenuhi (dari lokal), tapi kita mengikuti terus. Seperti kemarin di Papua (food estate Keerom) ada panen jagung, kita sedang buat strateginya, bagaimana cara penyerapan dan pendistribusiannya. Kita sambil berjalan, serap, langsung kita sampaikan," ujar Budi Waseso yang akrab disapa Buwas usai mengikuti rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/07/2023).
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi menuturkan, sebagai tindak lanjut dari Perpres No 125 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), pemerintah melalui Bapanas telah menugasi Bulog untuk mengelola CPP beras (cadangan beras pemerintah/CBP), jagung (CJPP), dan kedelai (cadangan kedelai pemerintah/CKP). Untuk pangan lainnya, yakni daging dan telur ayam, daging ruminansia, gula konsumsi, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, serta ikan, ditugaskan kepada ID Food Group. "Bulog sudah ditugasi menyerap beras, kedelai, dan jagung. Khusus jagung, lebih banyak untuk pakan (feed) karena (harga) jagung akan memengaruhi harga daging dan telur ayam," ungkap Arief.
Krisis Pangan Mengancam, Cadangan Beras-Jagung Diperkuat
Demi menjalankan penugasan tersebut, pemerintah membekali BUMN-BUMN pangan itu dengan sejumlah instrumen regulasi, di antaranya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pemberian Penjaminan Pemerintah Dalam Rangka Penyelenggaraan CPP. "Mengenai pendanaannya sedang disiapkan dana murah dari Menteri Keuangan, artinya tidak diberikan seperti PMN (penyertaan modal negara), tapi dalam bentuk pinjaman namun ada penjaminan dari Menteri Keuangan, kemudian diberikan kepada Himbara, Himbara memberikan kepada BUMN pangan, yakni Bulog dan ID Food," jelas Arief.
Lebih jauh Arief menuturkan, plafon awal yang disediakan Himbara untuk jenis pinjaman itu mencapai Rp 3 triliun, sebesar Rp 1 triliun untuk Bulog dan Rp 2 triliun bagi ID Food. "Yang sudah disiapkan penjaminannya itu Rp 3 triliun. Kalau di retail itu biasanya pakai turnover, mungkin 3-4 kali turnover, sehingga (plafon) bisa Rp 12 triliun. Mungkin dalam waktu dekat Menteri Keuangan akan mengundang Menteri BUMN, Bapanas, Bulog, dan ID Food untuk membahasnya. Bunganya ada subsidi 4,75%, jadi yang dibayarkan BUMN pangan kurang lebih 3-4% dari biasanya 8-10%, tergantung rate dari Himbara. Bulog sudah jalan duluan yang Rp 1 triliun," tutur dia.
Belum Panen
Saat Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri pada 10 Juli 2023, Deputi III Bapanas Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Andriko Noto Susanto menjelaskan, jagung dan daging ayam menjadi komoditas yang dipantau intensif oleh Bapanas. Rerata nasional harga jagung di tingkat peternak pada 9 Juli 2023 mencapai Rp 6.230 per kilogram (kg), harga tertinggi di Riau Rp 7.520 per kg dan terendah di Sumatra Barat Rp 5.200 per kg. "Kenaikan harga jagung karena saat ini belum memasuki musim panen raya dan panen tidak merata. Upaya mitigasi rekomendasi kebijakan adalah mendorong adanya CJPP dan menghubungkan asosiasi peternak dengan produsen jagung di wilayah surplus," ungkap Andriko.
Harga Acuan Bibit-Daging Ayam Ras Perlu Dinaikkan
Khusus daging ayam, rerata nasional harga daging ayam Rp 38.730 per kg, tertinggi di Kalimantan Utara Rp 51.250 per kg dan terendah di Sulawesi Selatan Rp 29.330 per kg. Kenaikan harga daging ayam dipicu oleh peningkatan permintaan akibat pulihnya kegiatan dan ekonomi masyarakat, juga harga pokok produksi (HPP) yang sangat tergantung harga pakan, serta meningkatnya harga input produksi (jagung pakan, soybean meal, dan bahan baku impor lainnya). Upaya mitigasi rekomendasi kebijakan yang dilakukan adalah mendorong adanya CJPP, menghubungkan asosiasi peternak dengan asosiasi/perusahaan pengguna daging ayam ras, misal Aprindo dan ARPHUIN (rumah potong) dan sebagainya untuk membeli sesuai harga acuan dalam periode tertentu hingga harga membaik, juga memobilisasi daging ayam ras di wilayah sentra produksi yang harganya anjlok ke wilayah yang harganya tinggi melalui subsidi angkut (anggaran Bapanas) dan tol laut.
Editor: Tri Listiyarini
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




