Jumat, 15 Mei 2026

Krisis Pangan Mengancam, Cadangan Beras-Jagung Diperkuat

Penulis : Ridho Syukra
7 Jul 2023 | 13:11 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras

JAKARTA, investor.id–Kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada semester II-2023 berpotensi memicu krisis pangan. Guna mengantipasi ancaman itu, cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk komoditas pangan pokok strategis, terutama beras dan jagung, terus diperkuat. Pemerintah telah meminta Perum Bulog memfungsikan seluruh sarana dan prasarana miliknya demi mendukung penguatan CPP tersebut. Gudang serta silo-silo BUMN itu di sentra-sentra produksi yang sedang panen saatnya diisi penuh dengan beras dan jagung.

Menurut Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi, penguatan CPP untuk komoditas pangan pokok strategis, utamanya beras dan jagung, harus terus didorong. Hal itu sebagai salah satu strategi menghadapi ancaman krisis pangan akibat El Nino agar ketahanan pangan nasional tidak tergerus. “Kami sudah minta Bulog menyiapkan sarana dan prasarana yang dimilikinya guna mengoptimalkan penyerapan produk petani pada saat panen terutama di wilayah sentra. Bulog dengan Modern Rice Milling Plant (MRMP) miliknya di beberapa wilayah sentra produksi padi harus diisi maksimal. Begitu juga dengan Corn Dryer Center (CDC) dan silo-silonya mulai diisi, seperti di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, yang akan panen raya jagung, itu menjadi momentum Bulog mengoptimalkan penyerapan," jelas Arief.

Penguatan dan pengelolaan CPP untuk komoditas pangan pokok strategis dalam menghadapi ancaman krisis pangan telah memiliki landasan regulasi yang kuat yakni Perpres No 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan CPP. Hal itu juga selaras dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam arahannya di Istana Negara pada 3 Juli 2023 yang meminta seluruh jajarannya untuk tetap waspada dalam menghadapi situasi global yang masih tidak menentu. “Dengan adanya perpres tersebut, langkah strategis penguatan stok dan cadangan pangan kita bangun dengan menugaskan BUMN di bidang pangan, Perum Bulog dan ID Food, untuk mengelola beberapa komoditas pangan pokok strategis yang ditangani pemerintah,” ungkap Arief.

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia