25.600 Ha Lahan Pertanian Disiapkan untuk Pangan di IKN
JAKARTA, investor.id–Guna memenuhi kebutuhan pangan bagi 1,9 juta penduduk Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2045 sekaligus mewujudkan ketahanan pangan di wilayah itu, diperlukan lahan pertanian sedikitnya 25.600 hektare (ha) atau setara 10% luas IKN. Otorita IKN (OIKN) akan mengupayakan perluasan lahan pertanian di kawasan pengembangan dan menetapkan lahan yang sudah ada sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) demi memenuhi target tersebut.
Menurut Plt Direktur Ketahanan Pangan OIKN Setia P Lenggono, saat ini, lahan pertanian existing di wilayah IKN baru 24.709 ha (9,64% luas wilayah IKN). Hal ini merupakan modal awal strategi ketahanan pangan IKN yang merupakan salah satu prinsip utama dari ekonomi sirkular pangan dalam pembangunan IKN. “Kalau melihat sebaran lahan di IKN, luas lahan pertanian existing tidak terlampau luas, hanya 24.709 ha, kami punya tanggung jawab untuk memastikan terpenuhinya 10% lahan di IKN untuk kawasan pertanian berkelanjutan, yakni 25.600 ha. Jadi, kami butuh pengembangan lagi sekitar 1.000 ha untuk memastikan zona pertanian berkelanjutan ini,” ujar dia.
Total luas IKN adalah 324.332 ha, yakni lahan darat 256.142 ha dan perairan 68.188 ha. Dari lahan darat terdapat Kawasan Pengembangan IKN (KPIKN) seluas 199.962 ha, merupakan kawasan penyangga lingkungan, pendukung ketahanan pangan, cadangan perluasan kota, dan pendukung pelayanan kota. “Kami lakukan intensifikasi berkelanjutan, untuk perluasan lahan pertanian existing jadi 25.600 ha diperlukan pendekatan berbasis data guna memproyeksikan penggunaan lahan, produktivitas pangan, serta konsumsi pangan yang ditimbulkan usaha-usaha intensifikasi berkelanjutan hingga 2045. Kami gandeng sejumlah perguruan tinggi untuk ini,” kata Lenggono.
Di Markas PBB, Otorita IKN Pastikan Aksi Nyata atas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
OIKN juga akan menetapkan lahan pertanian existing sebagai LP2B sehingga tidak terjadi alih fungsi ke nonpertanian. Hal ini dilakukan melalui perencanaan, inventarisasi, identifikasi, penelitian, penetapan, pengembangan, pembinaan, dan pengendalian. Sejumlah strategi OIKN untuk pemenuhan ketersediaan dan ketahanan pangan di antaranya dengan mempertahankan sebagian kawasan pertanian existing, melakukan intensifikasi berkelanjutan, mengembangkan food estate di Kalimantan Timur sebagai lahan relokasi bagi lahan produksi pangan yang terdampak IKN, serta mengembangkan urban farming dan memanfaatkan sisa pangan sesuai ekonomi sirkular.
Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Yudi Sastro juga mengatakan, pertanian perkotaan (urban farming) dapat mengatasi 30-40% kebutuhan pangan di kawasan IKN. Urban farming dapat dilakukan di seluruh tempat seperti ruang terbuka hijau (RTH), roof garden di rumah susun, serta pekarangan di rumah tapak di kawasan perkotaan IKN. "Masyarakat yang menghuni IKN nantinya bisa didorong untuk melakukan pertanian perkotaan, tergantung peraturan dan konsepsi yang akan diberikan,” tutur Yudi.
Editor: Tri Listiyarini
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler




