Pengembangan Agroforestri Miliki Peluang
JAKARTA-Kementerian Kehutanan mengungkapkan usaha agroforestri atau wanatani memiliki peluang yang sangat besar untuk ditingkatkan pengembangannya di tanah air mengingat Indonesia masih memiliki hutan yang sangat luas.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Kementerian Kehutanan Iman Santoso di Jakarta, Jumat mengatakan, agroforestri merupakan sistem atau teknologi penggunaan lahan, yang memadukan tumbuhan berkayu dengan tanaman pertanian dan atau ternak dan atau ikan pada satu unit lahan baik secara bersamaan ataupun bergiliran.
"Agroforestri merupakan yang paling tepat sebagai upaya pembangunan kehutanan Indonesia karena hutan masih banyak dan kesuburan bermacam-macam," katanya pada peluncuran buku "Strategi Nasional Penelitian Agroforestri 2013-2030".
Buku tersebut merupakan hasil kerjasama Badan Litbang Kehutanan dengan The World Agroforestry Center (ICRAF) dengan masa penyusunan lebih dari setahun.
Berbagai komoditas pangan dapat dikembangkan di lahan kehutanan sebagai usaha agroforestri seperti padi, singkong, jagung, ternak, perikanan, lebah, ulat sutera ataupun tanaman obat-obatan.
Hal itu, lanjutnya, menunjukkan bahwa sistem ini bukan merupakan domain sektor kehutanan namun Agroforestri merupakan bagian dari pembangunan pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan serta kesehatan.
Visi yang ingin dicapai, tambahnya, yakni agroforestri diadopsi secara luas oleh masyarakat sebagai sistem penggunaan lahan terpadu dalam rangka peningkatan produktivitas lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan, papan, energi dan jasa lingkungan didasarkan atas pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kearifan lokal masyarakat.
Bahkan, agroforestri merupakan program yang melibatkan sektor hulu hingga hilir sehingga terkait dengan sektor industri dan perdagangan.
Iman mengatakan, dengan agroforestri maka hutan tidak hanya menyediakan bahan untuk papan yakni kayu, namun juga pangan, pakan maupun energi.
Menyinggung komoditas yang sesuai untuk program agroferstri, dia menyatakan, hal itu sangat tergantung tempat maupun tingkat kesuburan lahan di hutan.
"Yang jelas tanaman pangan lebih singkat waktu panennya sehingga masyarakat bisa memiliki pendapatan tambahan sambil menunggu hasil hutan yang umumnya masa panennya tahunan," katanya.
Sementara itu mengenai potensi hutan yang dapat dimanfaatkan untuk program agroforestri, Kepala Badan Litbang menyatakan, saat in di Indonesia terdapat hutan produksi sekitar 60 juta hektar dan hutan lindung 20 juta hektar.
Menurut dia, kedua hutan tersebut dapat dimanfaatkan untuk agroforestri, namun demikian untuk hutan lindung disarankan menggunakan tanaman yang tidak memerlukan banyak pengolahan tanah sehingga tidak mengganggu akar-akar pepohonan pelindung.
Sementara itu mengenai buku Strategi Nasional Agroforestri 2013-2030 itu, Iman menyatakan, dimaksudkan sebagai strategi penelitian yang akan dilaksanakan selama dua dekade ke depan.
"Strategi penelitian ini tidak saja ditujukan untuk Kementerian Kehutanan, melainkan juga sebagai arahan agroforestri secara nasional," katanya.
Menurut dia, visi yang ingin dicapai yakni agroforestri diadopsi secara luas oleh masyarakat sebagai sistem penggunaan lahan terpadu dalam rangka peningkatan produktivitas lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan, papan, energi dan jasa lingkungan didasarkan atas pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kearifan lokal.(ant/hrb)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler

