Pisang dari Jalupang Subang akan Masuk Pasar Singapura
SUBANG-PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) melakukan ekspor perdana buah pisang jenis Mas Kirana seberat 7,26 ton untuk tujuan Singapura.
Pelepasan ekspor secara simbolis dilakukan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Jumat, di Kebun Jalupang, Subang, Jawa Barat.
Dirut PTPN VIII Dadi Sunardi mengatakan, nilai ekspor perdana pisang Mas Kirana ini mencapai 5.445 dolar Singapura.
"Ekspor perdana ini membuktikan bahwa manajemen PTPN VIII, serius menggarap bisnis di luar komoditi utama lainnya seperti teh, karet, dan sawit," kata Dadi.
Ia menjelaskan, sejak dirintis pada tahun 2012 lalu, luas areal tanaman buah-buahan milik PTPN VIII kini mencapai 4.017 hektar terdiri atas buah pisang, pepaya, manggis, durian, alpukat, dan buah lainnya.
Dari luasan lahan tersebut, jenis buah pisang memiliki areal paling luas yakni mencapai 1.342 hektar.
Hingga Oktober 2013 tanaman buah pisang sudah menghasilkan 93.279 kg dan buah pepaya 3.742 kg yang dijual ke beberapa distributor seperti PT Sewu Segar Nusantara, PT Laris Manis Utama, PT Mandiri Sukses Pratama, PT Mulia Raya, PT Indored, PT Agromali, Koperasi Tani Kuno dengan wilayah pemasaran di seluruh Indonesia.
Dari kedua jenis buah tersebut (pisang dan pepaya), sampai akhir Desember 2013 diperkirakan laba PTPN VIII diperkirakan mencapai Rp1,040 miliar.
Dadi menambahkan, pengembangan komoditas buah-buahan PTPN VIII selain meningkatkan pendapatan perusahaan melalui optimalisasi lahan, juga menangkap peluang potensi pasar yang besar terhadap kebutuhan akan buah-buahan, baik pasar lokal maupun pasar luar negeri.
Apalagi, saat ini pemerintah memberlakukan aturan pembatasan hortikultura untuk sejumlah komoditas buah-buahan.
Hal ini akan membuat pasar buah-buahan tropis, setidaknya pasar di dalam negeri akan semakin membesar.
Perluas Areal Perusahaan perkebunan "plat merah" ini menargetkan pada tahun 2016 PTPN VIII bisa menjadi salah satu pemasok utama produk buah-buahan bernilai tinggi di Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta.
Untuk mewujudkannya, PTPN VIII terus berupaya menambah luasan areal tanaman buah-buahan.
"Kami menargetkan luas areal tanaman buah-buahan PTPN VIII bisa mencapai 18.214 hektar," ujarnya.
Sebagian penanaman buah-buahan akan dilakukan di sela-sela tanaman pokok (teh, karet, sawit), termasuk pada lahan-lahan cadangan, dan lahan yang akan dikonversikan dari tanaman teh yang kini sudah tidak mampu menghasilkan produktivitas tinggi akibat menurunnya daya dukung lahan dan ketidaksesuaian lahan untuk komoditas teh.(ant/hrb)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler

