Kamis, 14 Mei 2026

Bank Mandiri Tambah Jaringan Prioritas

Penulis : Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah
27 Nov 2014 | 22:57 WIB
BAGIKAN

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus meluaskan jaringan layanan prioritas untuk memperkuat bisnis wealth management. Nasabah prioritas Bank Mandiri saat ini mencapai lebih dari 38 ribu nasabah dengan total dana kelolaan mencapai Rp 132,57 triliun sampai Oktober 2014, naik 47% dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
 
Salah satu langkah yang dilakukan Bank Mandiri dalam memperkuat bisnis ini adalah dengan membuka kantor Priority Outlet baru di Sukajadi, Bandung. Kantor yang diresmikan operasionalnya oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil, serta disaksikan Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri Hery Gunardi, dan Direktur Technology and Operations Bank Mandiri Kresno Sediarsi. Outlet tersebut merupakan outlet Bank Mandiri Prioritas ke-55.
 
Menurut Hery, Bank Mandiri melihat potensi yang sangat besar di wilayah Bandung dan sekitarnya untuk menjaring nasabah-nasabah prioritas. Pasalnya, pertumbuhan dana kelolaan di wilayah ini cukup baik. Hingga Oktober 2014, dana kelolaan nasabah prioritas di wilayah Bandung dan sekitarnya mencapai Rp 6,65 triliun.
 
”Kami berharap melalui pengembangan jaringan prioritas secara berkesinambungan, bisnis Bank Mandiri di segmen ini dapat tumbuh signifikan di masa datang,” kata Hery dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Kamis (27/11).
 
Melalui layanan prioritas, lanjut Hery, Bank Mandiri memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi nasabah, seperti investasi melalui produk reksadana, penawaran surat berharga (ORI/sukuk), maupun proteksi nasabah melalui layanan bancassurance. Selain itu, nasabah mendapatkan fasilitas layanan executive lounge di bandara, safe deposit box, serta program market update yang rutin diberikan kepada nasabah sebagai informasi maupun guidance nasabah dalam berinvestasi.
 
Selain kemudahan transaksi, lewat layanan prioritas ini nasabah akan mendapatkan personal banker sebagai financial advisor. Para personal banker tersebut tentunya telah dibekali dengan training dan kecakapan khusus di bidang financial advisory dengan berbagai sertifikasi, seperti Registered Financial Planner, Certified Financial Planner, dan Associate Estate Planning Practitioner. Selain itu, update pengetahuan yang berkaitan dengan pengelolaan investasi dan keuangan. (teh)

ADVERTISEMENT

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 41 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 52 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia