Kamis, 14 Mei 2026

Mayora Ekspor Perdana Le Minerale ke Singapura

Penulis : Amrozi Amenan
17 Okt 2019 | 10:08 WIB
BAGIKAN
Mayora Lepas Ekspor Le Minerale (Foto Amrozi)
Mayora Lepas Ekspor Le Minerale (Foto Amrozi)

Pasuruan, investor.id-PT Mayora Indah Tbk mengembangkan pasar ekspor ke Singapura untuk produk air mineral dalam kemasan (AMDK), Le Minerale.
Pelepasan kontainer perdana ke Singapura itu dirayakan di pabrik Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (16/10/2019). Hadir dalam acara itu Presiden Direktur Mayora Group, Andre Sukendra Atmadja, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito dan Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf.

Presiden Direktur Mayora Group, Andre Sukendra Atmadja mengatakan ekspor ke Singapura ini menjadi kebanggaan perusahaan karena selama ini negara itu dikenal sangat ketat persyaratannya untuk produk makanan dan minuman. "Keberhasilan ekspor ini tak lepas dari dukungan pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Karena dukungan BPOM ini kami bisa memenuhi persyaratan air mineral yang ketat dan bisa ekspor ke Singapura," katanya.

Dia menyatakan ekspor ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk senantiasa mempertahankan kualitas serta memberikan produk terbaik agar dapat merambah pangsa pasar ke negara Iainnya. "Mayora berharap prestasi ini dapat memberikan inspirasi dan pada akhirnya membuat kita semakin bangga sebagai Indonesia," ungkap Andre.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ekspor produk AMDK ke Singapura pada tahap pertama ini akan dikirim sebanyak 2 kontainer yang masing-masing kontainer berisi 800 karton berisi produk AMDK ukuran 600 ml dan 1,5 liter senilai Rp100 juta. Ekspor produk AMDK Le Minerale itu masih sangat kecil sekitar 1%-2% dari total produksi, karena ekspansi ke luar negeri baru dilakukan dalam setahun terakhir. Sebelum ke Singapura, La Minerale telah merambah ke 4 negara yakni Filipina, Brunei Darusalam, Papua New Guinea, dan Timor Leste dengan total nilai ekspor sebanyak Rp100 miliar.

ADVERTISEMENT

"Misi kami selain melakukan ekspor iuga untuk membuktikan bahwa produk dengan merek Indonesia juga berkelas dunia sehingga dapat mengangkat harga diri dan martabat Indonesia di mata dunia," tandas Andre.

Hartono Gunawan, Internasional Group Country Head Mayora Group menambahkan pencapaian Le Minerale menembus pasar ekspor ke Singapura membuktikan bahwa kualitas produk dalam negeri bisa diterima di pasar ekspor. Ekspor ini akan menambah daftar negara tujuan ekspor yang digarap oleh Mayora grup yang i telah banyak mengekspor berbagai produk makanan dan minuman siap konsumsi ke 100 negara, atau sudah mencapai 50 persen dari total penjualan perusahaan.

Kepercayaan pasar baik di pasar domestik maupun ekspor terhadap produk AMDK juga memacu pertumbuhan. Pada 2018 lalu perusahaan mencatat pertumbuhan 23 persen. "Kami optimitis tahun 2019 ini pertumbuhan kami bisa mencapai 31 persen dengan adanya potensi pasar yang besar baik domestik dan ekspor," terang Hartono.

Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan seiring gaya hidup masyarakat produk AMDK mengalami pertumbuhan pesat. Dalam 5 tahun terakhir BPOM telah mengeluarkan 5.600 izin edar produk AMDK. BPOM sendiri menerapkan aturan yang ketat dan mendorong perusahaan AMDK agar mendaftarkan produknya untuk diuji karena AMDK merupakan produk yang masuk kategori berisiko tinggi. "Kita tetap menetapkan aturan yang ketat agar jangan sampai ada AMDK yang mengandung bahan berbahaya. Perusahaan AMDK juga harus bisa memenuhi keamanan dan kualitas produknya," jelasnya.

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 54 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia