JICT Targetkan Layani 2,1 Juta TEUs Peti Kemas
JAKARTA, Investor.id - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menargetkan melayani arus peti kemas 2,1 juta twenty foot equivalent units (TEUs) pada tahun ini atau naik 16% dibandingkan tahun lalu sebanyak 1,8 juta TEUs.
Direktur Utama PT JICT Ade Hartono mengungkapkan, tahun lalu, saat pandemi Covid-19 baru melanda, JICT tetap melayani 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan catatan melayani peti kemas 1,8 juta TEUs.
“Alhamdulillah tahun lalu 1,8 juta TEUs dan tahun ini perekonomian makro membaik dan diharapkan bisa kembali sebelum masa Covid-19. Kami targetkan tahun ini 2,1 juta TEUs," kata Ade di Jakarta, Rabu (16/6).
Ade menjelaskan, JICT sebenarnya siap dengan kapasitas 2,8 juta TEUs per tahun. Hal itu ditunjang penerapan operasional yang efektif dan efisien serta dilengkapi sistem yang mutakhir.
"Pada bulan Mei 2021 arus peti kemas di JICT tercatat 807,239 TEUs. Hingga akhir tahun lalu, JICT merupakan pemegang 42% market share di seluruh terminal peti kemas internasional di Tanjung Priok," ungkap Ade.
Dia mengatakan, sebagai upaya untuk mempercepat proses bongkar muat peti kemas, JICT memakai sistem yang canggih dan terintegrasi, yaitu NGen. Sebagai bagian dari Hutchison Port, NGen dipakai di semua pelabuhan Hutchison Port Holding (HPH) di seluruh dunia. Sistem ini memungkinkan dilakukan remote atau ROC sehingga apabila terjadi masalah manpower di suatu pelabuhan, bisa di-backup dari pelabuhan HPH yang lain.
“Layanan pelabuhan yang efisien merupakan salah satu kunci daya saing ekonomi. Karena itu, JICT terus berusaha mengoptimalkan layanan berbasis pemanfaatan teknologi, digitalisasi, dan didukung SDM terbaik," jelas Ade.
Dia juga menyebutkan, JICT adalah terminal peti kemas pertama di Indonesia yang mendapat sertifikasi ISPS Code di Indonesia. Itu berarti JICT dipercaya oleh internasional sebagai tempat bersandar kapal-kapal luar negeri karena aman.
Editor: Totok Subagyo
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler





