Kamis, 14 Mei 2026

JICT Targetkan Layani 2,1 Juta TEUs Peti Kemas

Penulis : Thresa Desfika
16 Jun 2021 | 17:04 WIB
BAGIKAN
Pelabuhan JICT Tanjung Priok. Foto ilustrasi: IST
Pelabuhan JICT Tanjung Priok. Foto ilustrasi: IST

JAKARTA, Investor.id - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menargetkan melayani arus peti kemas 2,1 juta twenty foot equivalent units (TEUs) pada tahun ini atau naik 16% dibandingkan tahun lalu sebanyak 1,8 juta TEUs.

Direktur Utama PT JICT Ade Hartono mengungkapkan, tahun lalu, saat pandemi Covid-19 baru melanda, JICT tetap melayani 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan catatan melayani peti kemas 1,8 juta TEUs.

Alhamdulillah tahun lalu 1,8 juta TEUs dan tahun ini perekonomian makro membaik dan diharapkan bisa kembali sebelum masa Covid-19. Kami targetkan tahun ini 2,1 juta TEUs," kata Ade di Jakarta, Rabu (16/6).

Ade menjelaskan, JICT sebenarnya siap dengan kapasitas 2,8 juta TEUs per tahun. Hal itu ditunjang penerapan operasional yang efektif dan efisien serta dilengkapi sistem yang mutakhir.

ADVERTISEMENT

"Pada bulan Mei 2021 arus peti kemas di JICT tercatat 807,239 TEUs. Hingga akhir tahun lalu, JICT merupakan pemegang 42% market share di seluruh terminal peti kemas internasional di Tanjung Priok," ungkap Ade.

Dia mengatakan, sebagai upaya untuk mempercepat proses bongkar muat peti kemas, JICT memakai sistem yang canggih dan terintegrasi, yaitu NGen. Sebagai bagian dari Hutchison Port, NGen dipakai di semua pelabuhan Hutchison Port Holding (HPH) di seluruh dunia. Sistem ini memungkinkan dilakukan remote atau ROC sehingga apabila terjadi masalah manpower di suatu pelabuhan, bisa di-backup dari pelabuhan HPH yang lain.

“Layanan pelabuhan yang efisien merupakan salah satu kunci daya saing ekonomi. Karena itu, JICT terus berusaha mengoptimalkan layanan berbasis pemanfaatan teknologi, digitalisasi, dan didukung SDM terbaik," jelas Ade.

Dia juga menyebutkan, JICT adalah terminal peti kemas pertama di Indonesia yang mendapat sertifikasi ISPS Code di Indonesia. Itu berarti JICT dipercaya oleh internasional sebagai tempat bersandar kapal-kapal luar negeri karena aman.

Editor: Totok Subagyo

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 35 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 46 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia