Luhut Punya Permintaan Khusus ke Merck, Ini Isinya
JAKARTA, Investor.id – Perusahaan farmasi multinasional, Merck diminta untuk membangun pabrik obat Covid-19 di Indonesia. Bulan November ini, produsen obat tersebut akan meluncurkan Molnupiravir yang merupakan obat antivirus oral untuk Covid-19.
“Besok kami akan bertemu dengan Merck di New York. Nanti kami akan bicara, mudah-mudahan dapat,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seperti dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (20/10).
Luhut menjelaskan, pihaknya telah bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan dan mengungkapkan rencananya untuk membawa Merck berinvestasi di Indonesia. Luhut juga meminta bantuan Sullivan untuk membujuk Merck membangun pabrik obat Covid-19 di Indonesia. “Saya sampaikan kerja sama kita yang cukup luas. Dan kalau mau membantu Indonesia secara konkret, tolong bilang ke Merck untuk membangun pabrik obat Covid-19 di Indonesia,” tutur dia.
Menurut Luhut, Sullivan menyanggupi permintaan tersebut. “Dia bilang saya akan coba. Dia kelihatan optimistis,” ujar dia.
Luhut yang juga menjabat sebagai wakil ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mengatakan, pihaknya akan menyerahkan skema kerja sama investasi tersebut kepada Merck. Perusahaan farmasi ini bisa menggandeng perusahaan swasta nasional maupun BUMN dalam pembangunan pabrik obat Covid-19 tersebut. “Terserah dia mau dengan siapa, apakah dia mau dengan private sector atau kerja sama dengan pemerintah,” kata dia.
Menurut Luhut, saat ini penelitian Molnupiravif telah masuk fase uji klinis akhir dan rencananya dirilis pada November mendatang. Molnupiravir bekerja dengan memodifikasi material genetik atau RNA virus corona. Modifikasi tersebut menciptakan error sehingga mengeblok virus untuk menggandakan diri.
Merck melaporkan tidak ada efek samping serius pengunaan Molnupiravir terhadap relawan dalam uji klinis. Beberapa efek samping yang dikeluhkan masih besifat ringan seperti sakit kepala, yang sulit dibedakan dengan keluhan yang muncul akibat Covid-19.
Pekan lalu, Merck telah mengajukan izin penggunaan Molnupiravir buatannya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Jika disetujui, tablet yang dikembangkan bersama Ridgeback Biotherapeutics tersebut akan menjadi obat antivirus oral pertama untuk Covid-19.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



