Jumat, 15 Mei 2026

Kapan Puncak Pemulihan Ekonomi Nasional? Ini Kata BI

Penulis : Primus Dorimulu / Triyan Pangastuti
23 Feb 2022 | 20:58 WIB
BAGIKAN
Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: IST/Beritasatu.com)
Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: IST/Beritasatu.com)

JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia baru akan menuju pemulihan yang diproyeksikan terjadi pada kuartal III dan IV-2022.

Selanjutnya, pada 2023, ekonomi RI diproyeksi akan pulih. Dengan demikian, puncak pemulihan diprediksi akan terjadi pada 2024. "Puncaknya baru 2024, ekonomi kita akan terus naik," ujar Perry dalam FGD bersama pimpinan redaksi media massa secara virtual, Rabu (23/2/2022).

Meskipun siklus ekonomi mulai naik, namun transmisi kepada kepada kenaikan di sektor keuangan seperti pertumbuhan kredit baru akan mencapai titik tertinggi pada 2024 dan puncaknya pada 2025.

Tahun lalu, pertumbuhan kredit perbankan nasional mencapai 5,2%. Tahun ini, kredit diperkirakan tumbuh di kisaran 6-8%.

ADVERTISEMENT

"Tahun 2023 akan tinggi, tapi belum pada titik tingginya. Pertumbuhan kredit kemungkinan titik tertinggi itu 2024, dan paling tinggi 2025. Karena itu makroprudnesial akan tetap longgar,” jelasnya.

Dengan pemulihan ekonomi yang baru berlangsung di tahap awal, Perry memastikan kebijakan makroprudensial akan terus dilakukan, bahkan kemungkinan hingga tahun depan.

“Kita tidak akan lakukan normalisasi makroprudensial tahun ini, bahkan kemungkinan sebagian besar tahun depan. Jadi, makroprudensial masih akan tetap longgar. Tahun 2023, kita baru akan melakukan assessment, perlu ada countercyclical atau tidak untuk 2024 dan 2025. Kita belum memikirkan normalisasi (makroprudensial), dia akan terus longgar,” tegasnya.

Perry juga menegaskan, BI memberikan insentif kepada bank yang menyalurkan kredit pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas dan pembiayaan inklusif dan/atau bank-bank yang memenuhi target rasio pembiayaan inklusif makroprudensial atau RPIM, berupa pengurangan kewajiban giro wajib minimum (GWM) harian sampai dengan 100 bps mulai berlaku 1 Maret 2022.

Selain itu, BI akan melanjutkan kebijakan makroprudensial akomodatif dengan mempertahankan rasio countercyclical capital buffer sebesar 0%, serta rasio intermediasi makroprudensial (RIN) pada kisaran 84-94% dengan parameter disinsentif batas bawah sebesar 84% sejak 1 Januari 2022. (C02)

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia