Jumat, 15 Mei 2026

BI Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Berlimpah

Penulis : Triyan Pangastuti
1 Aug 2022 | 19:55 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa likuiditas perbankan masih berlebih, yang tercermin dari dana pihak ketiga (DPK) pada Juni yang tercatat masih tinggi sebesar 29,99%. Alhasil dapat mendukung kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit.

Hal tersebut dikemukakan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (1/8/2022). Bank sentral sendiri adalah anggota KSSK bersama Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS.

"Likuiditas perbankan masih berlebih. Penyaluran kredit ke dunia usaha menunjukkan pemulihan dengan kecukupan likuiditas terjaga," kata Perry.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Perry mengatakan bahwa Bank Indonesia telah melakukan normalisasi likuiditas dengan mengerek Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah secara bertahap dan pemberian insentif GWM berlangsung tanpa mengganggu kondisi likuiditas dan intermediasi perbankan.

Tak hanya itu, BI juga memberikan insentif agar tidak mengganggu likuiditas dan intermediasi perbankan.

"Penyesuaian bertahap GWM rupiah dan pemberian insentif GWM sejak 1 Maret 15 Juli 2022 menyerap likuiditas perbankan Rp 219 triliun. Dalam hal ini kami tegaskan penyerapan likuiditas tak ganggu kemampuan perbankan penyaluran kredit pembiayaan dunia usaha dan partisipasi pembelian SBN untuk pembiayaan APBN," tegasnya.

Sementara itu, dalam rangka pelaksanaan kesepakatan bersama Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan hingga 20 Juli 2022 melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional serta pembiayaan penanganan kesehatan dan kemanusiaaan dalam rangak penanganan dampak pandemi Covid-19 sebesar Rp 56,11 triliun.

"Itu langkah bidang moneter termasuk kebijakan makroprudensial yang akomodatif diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 21 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 53 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia