Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi Nasional Tumbuh Impresif, Airlangga Ungkap Strategi Pemerintah

Penulis : Lenny Tristia Tambun / Primus Dorimulu
5 Aug 2022 | 18:32 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berpidato dalam HUT ke-10 Forum Pemred, di Jakarta, Jumat, 5 Agustus 2022. Dalam HUT yang mengambil tema "Memajukan Pers, Menyatukan Bangsa" tersebut, Forum Pemred juga menyelenggarakan pertemuan 10 tokoh nasional. (Foto: Primus Dorimulu)
Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berpidato dalam HUT ke-10 Forum Pemred, di Jakarta, Jumat, 5 Agustus 2022. Dalam HUT yang mengambil tema "Memajukan Pers, Menyatukan Bangsa" tersebut, Forum Pemred juga menyelenggarakan pertemuan 10 tokoh nasional. (Foto: Primus Dorimulu)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan sejumlah strategi yang dilakukan pemerintah yang membuat ekonomi nasional tumbuh secara impresif mencapai 5,44% pada kuartal II-2022 dibandingkan kuartal sama tahun lalu.

Hal itu disampaikan Airlangga dalam acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Forum Pemred di Raffles, Jakarta Selatan, Jumat (5/8/2022).

Strategi pertama, kata Airlangga, pemerintah menangani Covid-19 dengan jalur yang berbeda. Arahan Presiden Jokowi adalah gas dan rem dilaksanakan dengan baik.

“Indonesia yakin, pada saat salah satu engine kita kena, yaitu engine konsumsi, kita dorong izin pertumbuhan dari industri dan ekspor. Oleh karena itu kita pro-perdagangan multilateralism, itu yang menjaga pertumbuhan kita selama 2,5 tahun,” kata Airlangga.

ADVERTISEMENT

Hari ini juga, lanjut Airlangga, pertumbuhan ekspor Indonesia mencatat angka yang luar biasa. Selama 26 bulan berturut-turut ekspor Indonesia bergerak positif. Terbukti di bulan Juli, pertumbuhan ekspor positif dengan neraca perdagangan US$ 5 miliar.

“Kalau kita lihat semester 1 tahun lalu dan semester 2, ekspor kita naik dua kali. Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang ada terutama dari Kadin dan kawan-kawan,” kata Airlangga.

Strategi kedua, penanganan Covid-19 dilakukan dengan kerja sama seluruh jajaran kementerian dan pemerintah daerah dalam satu komando, yaitu di bawah komando Presiden Jokowi.

“Berterima kasih bahwa kerja sama yang erat dengan seluruh pemimpin TNI-Polri dan juga di sini hadir menteri Pak Sandiaga Uno, Gubernur Pak Anies, Pak Ridwan Kamil. kerja sama Kita luar biasa, di dalam situasi krisis hanya ada satu cara, hanya satu metode kepemimpinan yaitu satu komando. Dengan satu komando Indonesia bisa keluar dari pandemi Covid-19, dengan satu komando, kita bisa memulihkan perekonomian nasional,” tegas Airlangga Hartarto.

Strategi ketiga yang membuat Indonesia berbeda dengan negara lain adalah game changer dalam penanganan Covid-19, yaitu digitalisasi. Menurutnya tokoh utama dalam digitalisasi adalah talenta sumber daya manusia (SDM).

“Talenta SDM tidak hanya pendidikan yang sudah kita komit 20%, tetapi juga melalui program pemulihan ekonomi, kesehatan itu menjadi penting. Kepala rumah tangga yang sakit akan membuat keluarganya miskin,” papar Airlangga Hartarto.

Untuk itu, pemerintah menaruh fokus dalam bidang kesehatan dan perlindungan sosial. Untuk menangani Covid-19, pemerintah sudah menganggarkan sebesar Rp 1.700 triliun dalam 3 tahun ini. “Ini sebuah angka yang tidak main-main,” tegas Airlangga Hartarto.

Anggaran Covid-19 ini dialokasikan tentu dikarenakan pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat. “Salah satu adalah bagaimana inflasi tidak di passthrough, nah ini subsidi energi kita dorong,” ungkap Airlangga.

Strategi keempat, kata Airlangga, pemerintah untuk pertama kalinya mendorong sistem government to people (G to P). Sistem ini diimplementasikan dalam program kartu prakerja. Tidak hanya itu, pemerintah terus mendorong inovasi-inovasi mengenai SDM.

“Indonesia masuk dalam bonus demografi, 191 juta penduduk itu akan produktif di tahun 2025 sampai dengan 2035. Tidak ada waktu lain, kalau kita ketinggalan kereta, kita tidak menjadi sejahtera sebelum kita tua. Kita ingin sejahtera pada saat kita tua. Itulah makanya bonus demografi menjadi penting,” ujar Airlangga.

Strategi terakhir, menurut Airlangga, pemerintah bersama partai politik harus mendorong dalam pelaksanaan pembangunan harus mengkapitalisasi politik persatuan. Semua hanya bisa terjadi kalau seluruh partai politik bersatu.

“Di sini dalam Forum Pemred dipersatukanlah partai politik, kalau kita bersatu selesai masa depan kita. Saya rasa ketua partai Pak Cak Imin juga sependapat bahwa ke depan kita kembangkan yang namanya Indonesia sehat. Sehat manusianya, sehat ekonominya, sehat buminya,” tutup Airlangga.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia