Jumat, 15 Mei 2026

Neraca Perdagangan Surplus US$ 4,23 Miliar Pada Juli 2022

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Aug 2022 | 14:39 WIB
BAGIKAN
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto. (Humas BPS)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto. (Humas BPS)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan mengalami surplus sebesar US$ 4,23 miliar pada Juli 2022. Dengan ekspor sebesar U$ 25,57 miliar sementara impor mencapai US$ 21,35 miliar. Surplus neraca perdagangan sudah terjadi secara beruntun sejak Mei 2020.

“Kalau kita melihat tren ke belakang neraca perdagangan Indonesia ini surplus selama 27 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Senin (15/8/2022).

Setianto mengatakan surplus neraca perdagangan ditopang oleh surplus komoditas non migas. Surplus pada komoditas non migas mencapai US$ 7,31 miliar yang didorong oleh komoditas bahan bakar mineral (HS 27), kemudian lemak dan minyak hewan atau nabati (HS15), bijih kerak dan abu logam (HS 26). Sementara untuk migas mengalami defisit sebesar US$ 3,08 miliar ini komoditasnya antara lain adalah minyak mentah dan hasil minyak.

Nilai ekspor Indonesia Juli 2022 mencapai US$25,57 miliar atau turun 2,20% dibanding ekspor Juni 2022. Dibanding Juli 2021 nilai ekspor naik sebesar 32,03%. Ekspor nonmigas Juli 2022 mencapai US$2 4,20 miliar, turun 1,64% dibanding Juni 2022, dan naik 31,58% dibanding ekspor nonmigas Juli 2021.

ADVERTISEMENT
Neraca Perdagangan Surplus US$ 4,23 Miliar Pada Juli 2022
Neraca Perdagangan Sumber: Humas BPS

“Perkembangan pertumbuhan ekspor kita di bulan Juli ini secara year-on-year masih mengalami peningkatan sebesar 32,03%. Namun demikian secara year-on-year (yoy) terjadi perlambatan dibandingkan dengan pertumbuhan Juli 2021 yang sebesar 41,49%,” ucap Setianto.

Nilai impor Indonesia Juli 2022 mencapai US$ 21,35 miliar, naik 1,64% dibandingkan Juni 2022 atau naik 39,86% dibandingkan Juli 2021. Impor migas Juli 2022 senilai US$ 4,46 miliar, naik 21,30% dibandingkan Juni 2022 atau naik 148,38% dibandingkan Juli 2021. Impor nonmigas Juli 2022 senilai US$ 16,89 miliar, turun 2,53% dibandingkan Juni 2022 atau naik 25,41% dibandingkan Juli 2021. Jika dilihat menurut sektor nilai impor bahan baku/penolong mencapai US$ 16,7 miliar, barang modal sebesar US$ 3 miliar dan barang konsumsi US$ 1,65 miliar pada Juli 2022.

Bila dilihat menurut mitra dagang, negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat, India, dan Filipina. Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 1,64 miliar dengan Amerika Serikat pada Juli 2022. Nilai ekspor mencapai US$ 2,5 miliar sedangkan impor sebesar US$ 864,3 juta.

“Komoditas utamanya adalah untuk komoditas lemak, minyak, hewan nabati (HS 15) kemudian pakaian dan aksesorisnya (HS 61) dan mesin perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85),” kata Setianto.

Nilai surplus neraca perdagangan Indonesia dengan India mencapai US 1,62 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke India mencapai US$ 2,26 miliar sedangkan impor sebesar US$ 642,6 juta. Surplus disumbangkan oleh komoditas bahan bakar mineral, lemak dan biji hewan atau nabati, biji logam terak dan abu.

Berikutnya dengan Filipina terjadi surplus sebesar US$ 1,08 miliar dengan nilai ekspor Indonesia ke Filipina sebesar US$ 1,22 miliar dan impor US$ 134,1 juta. “Komoditas penyumbang surplus dari Filipina berasal bahan bakar mineral, kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewan atau nabati,” ucap Setianto.

Neraca perdagangan Indonesia juga mengalami defisit terbesar dengan tiga negara yaitu Tiongkok, Australia, dan Thailand. Indonesia mengalami defisit dengan Tiongkok sebesar US$ 914,5 juta dengan ekspor US$ 5,02 miliar tetapi impor mencapai US$ 5,94 miliar pada Juli 2022.

“Komoditas utamanya adalah mesin, peralatan, mekanik, serta bagiannya; kemudian mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya,” kata Setianto.

Indonesia mengalami defisit US$ 523,8 juta dengan Australia pada Juni 2022. Nilai ekspor Indonesia ke Australia sebesar US$ 296,7 juta tetapi impor hingga US$ 820,5 juta. Komoditas yang menyebabkan defisit adalah bahan bakar mineral dan serealia. Sementara itu dengan Thailand, Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 318,6 juta. Nilai ekspor dengan Thailand mencapai US$ 630,6 juta sedangkan nilai impor sebesar US$ 949,2 juta.

“Komoditas utamanya adalah gula dan kembang gula serta plastik dan barang dari plastik,” imbuh Setianto.

Jika dilihat secara kumulatif dari Januari sampai dengan Juli 2022 neraca perdagangan mengalami surplus sebesar US$ 29,17 miliar. Dengan nilai ekspor US$ 166,70 miliar pada periode Januari 2022 dan impor kita sebesar US$ 137,53 miliar. Surplus neraca perdagangan kumulatif Januari-Juli 2022 ditopang oleh surplus neraca komoditas untuk non migas.

“Sehingga neraca barang pada Januari Juli 2022 ini lebih tinggi dari 2021 dengan nilai ekspor meningkat 36,36% dan impor meningkat 29,39%,” tandas Setianto.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia