Menu
Sign in
@ Contact
Search
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto. (Humas BPS)

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto. (Humas BPS)

BPS: Waspadai Berakhirnya Windfall Komoditas

Senin, 15 Aug 2022 | 19:15 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- Badan Pusat Statistik (BPS) meminta seluruh pihak untuk mewaspadai kondisi berakhirnya windfall komoditas. Sebab, harga beberapa komoditas utama ekspor-impor Indonesia terpantau mengalami penurunan harga. Hingga Juli 2022, baik pangan maupun energi serta beberapa komoditas mengalami penurunan seperti minyak mentah, minyak kelapa sawit, nikel, dan gandum.

“Hal ini perlu kita waspadai terkait dengan perubahan harga yang terjadi di internasional. Penurunan harga komoditas unggulan ekspor utama kita seperti minyak kelapa sawit ini memang menjadi perhatian kita sebagai tanda berakhirnya windfall harga komoditas,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam telekonferensi pers di Kantor BPS, Senin (15/8/2022).

Harga minyak kelapa sawit mengalami penurunan cukup tajam menjadi US$ 1.056,6 per metrik ton pada Juli 2022. Sebelumnya pada Juli 2021, harga minyak kelapa sawit mencapai US$ 1.062,9 per metrik ton. Minyak mentah secara month to month mengalami penurunan 10,03%, namun secara year on year mengalami kenaikan 43,4%. Harga nikel turun pada Juli 2022 menjadi US$ 21.005 per metrik ton, sejak Maret 2022 harga nikel terus mengalami penurunan.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Surplus US$ 4,23 Miliar Pada Juli 2022 

Advertisement

“Untuk gas alam ini juga menunjukkan tren penurunan di bulan Juli 2022, yaitu secara month to month turun sebesar 5,45%. Sementara secara year on year masih menunjukkan peningkatan 90,80%,” ujarnya.

Harga gandum mengalami penurunan pada Juli 2022 sebesar US$ 382,5 per metrik ton. Bila dibandingkan dengan beberapa bulan terakhir, harga gandum pada Mei 2022 masih relatif lebih tinggi dibandingkan Juli 2022. Sementara itu komoditas batu bara dan gas alam masih berada pada posisi harga yang tinggi.

“Batu bara juga merupakan komoditas ekspor utama di bulan Juli terjadi peningkatan sebesar US$ 306,4 per metrik ton. Kalau kita lihat grafiknya untuk batu bara masih menunjukkan peningkatan,” kata Setianto.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com