Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Waspadai Berakhirnya Windfall Komoditas

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Aug 2022 | 19:15 WIB
BAGIKAN
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto. (Humas BPS)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto. (Humas BPS)

JAKARTA, investor.id -- Badan Pusat Statistik (BPS) meminta seluruh pihak untuk mewaspadai kondisi berakhirnya windfall komoditas. Sebab, harga beberapa komoditas utama ekspor-impor Indonesia terpantau mengalami penurunan harga. Hingga Juli 2022, baik pangan maupun energi serta beberapa komoditas mengalami penurunan seperti minyak mentah, minyak kelapa sawit, nikel, dan gandum.

“Hal ini perlu kita waspadai terkait dengan perubahan harga yang terjadi di internasional. Penurunan harga komoditas unggulan ekspor utama kita seperti minyak kelapa sawit ini memang menjadi perhatian kita sebagai tanda berakhirnya windfall harga komoditas,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam telekonferensi pers di Kantor BPS, Senin (15/8/2022).

Harga minyak kelapa sawit mengalami penurunan cukup tajam menjadi US$ 1.056,6 per metrik ton pada Juli 2022. Sebelumnya pada Juli 2021, harga minyak kelapa sawit mencapai US$ 1.062,9 per metrik ton. Minyak mentah secara month to month mengalami penurunan 10,03%, namun secara year on year mengalami kenaikan 43,4%. Harga nikel turun pada Juli 2022 menjadi US$ 21.005 per metrik ton, sejak Maret 2022 harga nikel terus mengalami penurunan.

ADVERTISEMENT

“Untuk gas alam ini juga menunjukkan tren penurunan di bulan Juli 2022, yaitu secara month to month turun sebesar 5,45%. Sementara secara year on year masih menunjukkan peningkatan 90,80%,” ujarnya.

Harga gandum mengalami penurunan pada Juli 2022 sebesar US$ 382,5 per metrik ton. Bila dibandingkan dengan beberapa bulan terakhir, harga gandum pada Mei 2022 masih relatif lebih tinggi dibandingkan Juli 2022. Sementara itu komoditas batu bara dan gas alam masih berada pada posisi harga yang tinggi.

“Batu bara juga merupakan komoditas ekspor utama di bulan Juli terjadi peningkatan sebesar US$ 306,4 per metrik ton. Kalau kita lihat grafiknya untuk batu bara masih menunjukkan peningkatan,” kata Setianto.


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 17 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia