Jumat, 15 Mei 2026

Kemenhub Ajak Pemda Stabilkan Harga Tiket Pesawat

Penulis : Tri Murti / Amrozi Amenan
19 Aug 2022 | 07:06 WIB
BAGIKAN
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: BKIP Kemenhub)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: BKIP Kemenhub)

JAKARTA, ID – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan mengajak pemerintah daerah (pemda) untuk mendukung tingkat keterisian (okupansi) pesawat sebagai salah satu langkah untuk menstabilkan harga tiket pesawat.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, kami telah dan akan membahasnya lebih detail dan intensif dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk dengan pemerintah daerah,” kata Menhub dalam pernyataan resminya di Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Menhub menjelaskan, sejumlah langkah akan diambil untuk menstabilkan harga tiket pesawat, sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8), dalam upaya membantu mengendalikan inflasi di Indonesia, khususnya dari sektor transportasi.

Menurut Menhub, pihaknya telah berkirim surat kepada pemda untuk turut mendukung konektivitas dengan turut membantu untuk memastikan tingkat keterisian penumpang pesawat. Di beberapa daerah, tingkat keterisian pesawat hanya 50% atau bahkan kurang dari itu, sehingga mendorong maskapai harus menetralisasi harga.

ADVERTISEMENT

Lebih jauh, kata Menhub, harga avtur memang mengakibatkan harga tiket naik, tetapi ada strategi pengelolaan yang harus dikoordinasikan secara detail sehingga harga tiket bisa tetap terkendali dan tidak memberikan efek kenaikan inflasi yang terlalu tinggi. Pihaknya telah mengajak per klaster, misalnya Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan, Aceh, dan daerah lainnya untuk membicarakan hal tersebut.

“Kami ajak mereka ikut sama-sama mencari tingkat okupansi yang lebih baik sehingga harga bisa lebih baik. Kalau ada subsidi, mereka membantu memasarkan hingga okupansi naik, harga akan bisa dipertahankan. Harga itu kan berbanding lurus dengan keterisian dan banyak sekali di daerah yang keterisiannya di hari tertentu rendah, ini yang harus di-manage," jelas Menhub.

Menhub menyebutkan sudah berupaya untuk berkomunikasi dengan pemda terkait dengan subsidi.

"Sudah (komunikasi) dan hari ini dengan adanya perintah Presiden akan semakin kami intensifkan," ungkapnya.

Menhub menambahkan, Kemenhub menjaga keseimbangan antara kemampuan dari sektor transportasi dengan tidak menaikkan tiket.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Dirjen (Perhubungan Udara) kita harus bicara detail, bagaimana kita mengatur harga dalam konteks yang detail sehingga inflasi di sektor itu juga tidak terlalu tinggi," kata Menhub.

Sejumlah upaya sebetulnya telah dilakukan Kemenhub untuk mengendalikan harga tiket di tengah naiknya harga avtur dunia, di antaranya yaitu menetapkan kebijakan pengenaan tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 0 atau 0% terhadap jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U), yang berlaku di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) melalui Keputusan Dirjen Perhubungan Udara Nomor PR 14 Tahun 2022. Selain itu, Kemenhub juga telah meminta kepada Kemenkeu untuk memberlakukan relaksasi PPN pada tiket dan fuel (avtur).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat inflasi di 30 daerah masih terlampau tinggi di atas inflasi nasional. Dengan rincian lima daerah di antaranya  Jambi di 8,55%, Sumatera Barat 8,01%, Bangka Belitung 7,7%, diikuti Riau dan Aceh. Sehubungan dengan hal itu, menurutnya, Presiden Joko Widodo telah meminta Menhub Budi Karya Sumadi untuk meningkatkan frekuensi penerbangan. Peningkatan frekuensi penerbangan tersebut bertujuan agar rate logistik maupun rate penumpang bisa turun, termasuk upaya untuk merestrukturisasi maskapai Garuda Indonesia untuk menambah armada pesawat.

"Pemerintah sudah melakukan restrukturisasi Garuda, dalam proses,  dan diharapkan jumlah pesawat dari Garuda akan  bisa meningkat," ujar Airlangga.

Menteri BUMN Erick Thohir juga mengungkapkan sejumlah langkah agar maskapai penerbangan nasional dapat menstabilkan harga tiket pesawat. Ia ingin peran maskapai penerbangan milik BUMN agar menjadi motor yang mampu menyediakan tiket pesawat murah untuk rakyat, seperti

Garuda yang didorong untuk menambah volume penerbangan.

"Makanya kalau Garuda bisa lebih produktif lagi dalam jumlah pesawatnya sehingga pengurangan dari stabilitas harga tiket bisa diseimbangi," ujar Erick Thohir dalam keterangan resminya, Rabu (17/8/2022).

Mengingat pentingnya untuk segera menambah volume penerbangan maka Erick berharap segera cair dana penyertaan modal negara (PMN) untuk Garuda. Dengan modal tersebut dia optimistis akan mampu membuat Garuda bersaing secara bisnis sekaligus mampu menjaga harga tiket pesawat yang terjangkau bagi rakyat.

"Garuda dulu kami harap (PMN) segera cair, apalagi kita lihat industri penerbangan mesti kita jaga, apalagi harga tiket pesawat ini kan sangat mahal," ujar Erick.

Erick menjelaskan, ada tiga hal yang mengakibatkan tiket pesawat saat ini tinggi. Pertama adalah harga avtur yang meroket.

"Kedua adalah daerah tujuan tertentu yang jumlah pesawatnya tidak maksimal. Lalu faktor terakhir adalah jumlah pesawat yang mau dibeli pun sulit. Hari ini Boeing dan Airbus kan mengurangi produksinya," ujar Erick.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia