Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu: Pemulihan Ekonomi Makin Kuat

Penulis : Triyan Pangastuti
29 Sep 2022 | 13:22 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemulihan ekonomi yang semakin kuat di Tanah Air tidak hanya sekedar membukukan level pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Namun juga harus mampu menciptakan lapangan kerja dan menurunkan angka  kemiskinan.

"Disampaikan Bapak Presiden (Joko Widodo)  situasi 2022 kuartal I, II  tumbuh konstan di atas 5% dan Kuartal III juga diprediksi akan tumbuh 5% atau 5,4-6%. Artinya disaat momentum pemulihannya masih kuat ini memberikan daya tahan yang cukup baik, tidak hanya sekedar pertumbuhan ekonomi levelnya tapi juga menciptakan lapangan kerja baru,” ungkap Menkeu dalam acara UOB Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Kamis (29/9).

Ia menjelaskan bahwa Indonesia masuk dari sedikit negara didunia yang PDB riil nya di Semester II tahun 2021 sudah mencapai level pra pandemi sebesar 1,9%. Geliat penguatan ekonomi pun  kembali meningkat hingga saat ini sudah  diatas 7%.

ADVERTISEMENT

Hal tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa di tengah pandemi yang belum berakhir dan bahkan banyak negara di dunia juga belum sepenuhnya pulih.

"Hanya tiga negara lebih tinggi dari kita, dan kalau dilihat seluruh negara G20 dan ASEAN 6, kita termasuk yang memiliki komponen pemulihan relatif cepat dan kuat. Namun kita juga tau dengan pandemi yang mulai bisa dikelola, meski belum sama sekali selesai tapi pandemi timbulkan scaring effect sangat dalam," paparnya. 

Menkeu menegaskan arah pemulihan Indonesia yang sudah sangat baik ini harus dipertahankan melalui kerja sama yang erat antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menangani berbagai masalah yang merupakan scarring effect dari pandemi.

Masalah itu di antaranya mengenai stabilisasi dan pemulihan ekonomi, pertumbuhan ekonomi dan normalisasi hingga terkait pelaku mikro seiring Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masuk sampai ke level rumah tangga.

“APBN menjadi shock absorber, shock-nya sebetulnya sangat dalam tapi masyarakat, Anda semua masih bisa duduk di sini, menikmati listrik, menikmati AC, keluar masih makan, jalan di luar masih macet. Padahal di belahan dunia yang lain kondisinya sangat-sangat berbeda," pungkasnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia