Menu
Sign in
@ Contact
Search
Karyawan di SPBU Total mengisi sebuah sepeda motor di Jakarta Selatan (FOTO: REUTERS/Darren Whiteside/File Photo)

Karyawan di SPBU Total mengisi sebuah sepeda motor di Jakarta Selatan (FOTO: REUTERS/Darren Whiteside/File Photo)

BPS: Bensin Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi September

Senin, 3 Okt 2022 | 15:17 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bensin menjadi penyumbang terbesar inflasi pada September 2022 secara tahunan atau year-on-year (yoy) sebesar 5,95%. Komoditas bensin pada September mengalami inflasi mencapai 31,9% atau naik dari Agustus yang sebesar 5,75%.

“Bensin memberikan andil kepada inflasi secara yoy 1,13% dan kalau dilihat inflasinya di komoditas bensin mencapai 31,9%,” ucap Kepala BPS Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Senin (3/10/2022).

Margo mengatakan pendorong utama inflasi September adalah komponen harga diatur pemerintah dengan andil 2,35%. Inflasi komponen harga diatur pemerintah pada September utamanya didorong oleh kenaikan tarif angkutan pasca penyesuaian harga BBM. Komoditas yang termasuk dalam komponen harga yang diatur pemerintah (administered price) adalah bensin, solar, tarif kendaraan roda dua online, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga dan tarif kendaraan roda empat online.

Baca juga: Inflasi Melonjak, Rupiah Ditutup Melemah 75 Poin

Advertisement

Inflasi tahunan sebesar 5,95% jika dilihat menurut komponen terbagi dalam komponen harga yang diatur pemerintah dengan andil 2,35%, diikuti komponen inti dengan andil 2,11% dan terakhir yaitu harga bergejolak dengan andil 1,49%.

Catatan BPS menunjukan komoditas solar mengalami inflasi sebesar 33,01% pada September dengan andil terhadap inflasi keseluruhan sebesar 0,04%. Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi September adalah tarif angkutan dalam kota dengan inflasi sebesar 49,66% dan andil 0,39% serta inflasi tarif kendaraan roda dua online 5,25% dengan andil 0,03%.

Baca juga: Inflasi Capai Level Tertinggi Sejak Desember 2014, Ini Saham-saham Pilihan Para Analis

Kemudian inflasi angkutan udara sebesar 49,66% sehingga memberi andil 0,39%, inflasi bahan bakar rumah tangga 16,51% dengan andil 0,3% dan inflasi tarif kendaraan roda empat online 8,16% dengan andil 0,02%.

“Beberapa dampak angkutan daripada kenaikan di bensin dan beberapa BBM itu memberikan tekanan juga kepada tarif angkutan,” tutur Margo.

Baca juga: Inflasi September 1,17%, Ini Komoditas Penyumbangnya

Margo mengatakan untuk komponen harga bergejolak yang pada Agustus hanya terjadi inflasi sebesar 7,93% juga naik menjadi 9,02% pada September. Kenaikan pada komponen harga bergejolak tidak setinggi komponen harga diatur pemerintah sebab kelompok bahan makanan mengalami deflasi.

Adapun komoditas bahan makanan bergejolak yang mengalami inflasi adalah cabai merah dengan inflasi 148,66% (yoy) sehingga memberi andil 0,36% dan telur ayam ras dengan inflasi 31,28% sehingga memberi andil 0,19%. Minyak goreng mengalami inflasi 14,43% (yoy) dengan andil 0,14%, inflasi cabai rawit 75,36% (yoy) sehingga memberi andil 0,1% dan inflasi beras 2,56% sehingga memberi andil 0,08%. Selanjutnya inflasi bawang merah 20,31% (yoy) dengan andil 0,07% dan terakhir adalah daging ayam ras yang mengalami inflasi 5,61% dengan andil 0,07%.

“Perkembangan inflasi untuk beberapa komponen bahan makanan bergejolak penting untuk dikendalikan pertumbuhan harganya,” kata Margo.  

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com