Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Bensin Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi September

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Okt 2022 | 15:17 WIB
BAGIKAN
Karyawan di SPBU Total mengisi sebuah sepeda motor di Jakarta Selatan (FOTO: REUTERS/Darren Whiteside/File Photo)
Karyawan di SPBU Total mengisi sebuah sepeda motor di Jakarta Selatan (FOTO: REUTERS/Darren Whiteside/File Photo)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bensin menjadi penyumbang terbesar inflasi pada September 2022 secara tahunan atau year-on-year (yoy) sebesar 5,95%. Komoditas bensin pada September mengalami inflasi mencapai 31,9% atau naik dari Agustus yang sebesar 5,75%.

“Bensin memberikan andil kepada inflasi secara yoy 1,13% dan kalau dilihat inflasinya di komoditas bensin mencapai 31,9%,” ucap Kepala BPS Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Senin (3/10/2022).

Margo mengatakan pendorong utama inflasi September adalah komponen harga diatur pemerintah dengan andil 2,35%. Inflasi komponen harga diatur pemerintah pada September utamanya didorong oleh kenaikan tarif angkutan pasca penyesuaian harga BBM. Komoditas yang termasuk dalam komponen harga yang diatur pemerintah (administered price) adalah bensin, solar, tarif kendaraan roda dua online, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga dan tarif kendaraan roda empat online.

ADVERTISEMENT

Inflasi tahunan sebesar 5,95% jika dilihat menurut komponen terbagi dalam komponen harga yang diatur pemerintah dengan andil 2,35%, diikuti komponen inti dengan andil 2,11% dan terakhir yaitu harga bergejolak dengan andil 1,49%.

Catatan BPS menunjukan komoditas solar mengalami inflasi sebesar 33,01% pada September dengan andil terhadap inflasi keseluruhan sebesar 0,04%. Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi September adalah tarif angkutan dalam kota dengan inflasi sebesar 49,66% dan andil 0,39% serta inflasi tarif kendaraan roda dua online 5,25% dengan andil 0,03%.

Kemudian inflasi angkutan udara sebesar 49,66% sehingga memberi andil 0,39%, inflasi bahan bakar rumah tangga 16,51% dengan andil 0,3% dan inflasi tarif kendaraan roda empat online 8,16% dengan andil 0,02%.

“Beberapa dampak angkutan daripada kenaikan di bensin dan beberapa BBM itu memberikan tekanan juga kepada tarif angkutan,” tutur Margo.

Margo mengatakan untuk komponen harga bergejolak yang pada Agustus hanya terjadi inflasi sebesar 7,93% juga naik menjadi 9,02% pada September. Kenaikan pada komponen harga bergejolak tidak setinggi komponen harga diatur pemerintah sebab kelompok bahan makanan mengalami deflasi.

Adapun komoditas bahan makanan bergejolak yang mengalami inflasi adalah cabai merah dengan inflasi 148,66% (yoy) sehingga memberi andil 0,36% dan telur ayam ras dengan inflasi 31,28% sehingga memberi andil 0,19%. Minyak goreng mengalami inflasi 14,43% (yoy) dengan andil 0,14%, inflasi cabai rawit 75,36% (yoy) sehingga memberi andil 0,1% dan inflasi beras 2,56% sehingga memberi andil 0,08%. Selanjutnya inflasi bawang merah 20,31% (yoy) dengan andil 0,07% dan terakhir adalah daging ayam ras yang mengalami inflasi 5,61% dengan andil 0,07%.

“Perkembangan inflasi untuk beberapa komponen bahan makanan bergejolak penting untuk dikendalikan pertumbuhan harganya,” kata Margo.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia