Pengusaha Dapat Berpartisipasi Wujudkan Stabilitas Rupiah
JAKARTA, investor.id -- Pelaku usaha dapat berpartisipasi dalam mewujudkan stabilitas nilai tukar rupiah. Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menguatkan rupiah di antaranya memakai komoditas bahan baku/bahan penolong dalam negeri atau meningkatkan pembelanjaan pada produk-produk dalam negeri. Hal ini paling mudah dilakukan untuk membantu pemerintah, karena sudah banyak produk lokal yang berkualitas dan berdaya saing global.
“Kadin Indonesia selalu mendukung dan menghimbau kepada pengusaha agar menggunakan produk-produk dalam negeri, selain untuk memperkuat mata uang rupiah, sekaligus juga dapat membantu UMKM dan stabilisasi perekonomian,” ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid kepada Investor Daily, Minggu (2/10/2022).
Di samping itu, pengusaha dapat meningkatkan ekspor produk-produk domestik, terutama produk-produk UMKM yang memiliki daya saing tinggi dan nilai keunikan. Nilai tukar rupiah yang turun akan membuat harga produk ekspor Indonesia relatif lebih murah dibandingkan dengan produk luar. Hal ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan volume ekspor, sehingga dapat meningkatkan devisa negara.
“Seiring peningkatan ekspor, Kadin berharap pengusaha-pengusaha yang berorientasi ekspor juga mencari peluang pasar-pasar non tradisional yang berpotensi, misalnya Asia Selatan, Afrika, Timur Tengah dan wilayah-wilayah lain yang memiliki pasar cukup besar saat ini,” ujar dia.
Selanjutnya, meningkatkan kunjungan pariwisata dalam negeri. Banyak destinasi wisata dalam negeri yang memiliki keindahan dan daya tarik tinggi. Mendorong pengembangan sektor pariwisata dalam negeri dapat membantu mempercepat penerimaan devisa.
Di sisi lain, perlu adanya kebijakan subsidi atau diskon-diskon paket liburan agar menarik wisatawan domestik pada objek-objek wisata unggulan, seperti Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba, Mandalika, Tanjung Lesung, dan lain-lain. “Kadin Indonesia tetap optimistis dengan kekuatan ekonomi dalam negeri. Gejolak nilai tukar dapat menjadi peluang dan memiliki potensi yang besar bagi pengusaha untuk meningkatkan ekspor produk-produk dalam negeri.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (3/10/2022) melemah, tertekan data inflasi September 2022. Rupiah ditutup melemah 76 poin atau 0,5% ke posisi Rp 15.303 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.227 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp 15.293 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.232 per dolar AS.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 1,17 persen pada September 2022. Dengan terjadinya inflasi pada September, maka inflasi tahun kalender September 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 4,84% dan inflasi tahun ke tahun (yoy) September 2022 terhadap September 2021 sebesar 5,95%.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler



