Jumat, 15 Mei 2026

Luhut: Optimisme Harus Dibangun, Jangan Hembuskan Informasi Tidak Jelas

Penulis : Muhammad Aulia
11 Okt 2022 | 11:50 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai menghadiri agenda Investor Daily Summit 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (11/10/2022).
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai menghadiri agenda Investor Daily Summit 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (11/10/2022).

JAKARTA, Investor.id - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan optimisme terhadap perekonomian nasional harus dibangun semua pihak. Pemerintah juga berharap tidak ada pihak-pihak yang mengembuskan informasi tidak jelas kepada publik.

"Jadi optimisme harus dibangun. Jangan kita bicara tidak jelas," ungkap Luhut usai menghadiri agenda Investor Daily Summit 2022 di JCC, Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Terkait optimisme tersebut, dia menyinggung soal pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perekonomian global saat memberikan sambutan dalam agenda Investor Daily Summit 2022. Jokowi menyebutkan, ada 28 negara yang kini mengantre untuk bisa memperoleh bantuan dari IMF.

ADVERTISEMENT

Luhut menegaskan, situasi Indonesia jauh dari 28 negara tersebut. Untuk itu, pentingnya membangun optimisme terhadap perekonomian nasional. "Presiden sampaikan ada 28 negara sekarang yang sudah antre masuk di IMF. Kita jauh dari itu," ujar Luhut.

Tak lupa, dia juga berpesan semua pihak harus menjaga kekompakan serta memerhatikan UMKM. Dia menekankan, kedua hal itu merupakan kunci yang mesti diperhatikan untuk menghadapi semua persoalan.

"Kalau kita semua kompak seperti Presiden sampaikan tadi, waktu kita nanganin Covid, pastilah kita juga bisa keluar. Semua tergantung kita," ungkapnya.

Jokowi dalam pidato sambutannya di Investor Daily Summit 2022, Selasa (11/10/2022), sempat menyinggung ketidakpastian ekonomi. Dijelaskan, ada puluhan negara yang kini tengah mengantre untuk diberikan bantuan oleh IMF.

"Pagi tadi saya mendapatkan informasi pertemuan di Washington DC, yaitu 28 negara sudah antre di markasnya IMF menjadi pasien," tutur Jokowi saat memberikan sambutan dalam agenda Investor Daily Summit 2022.

Jokowi meminta semua pihak menjaga optimisme. Namun demikian, sikap hati-hati dan waspada juga harus tetap dimiliki semua pihak.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia