Kamis, 14 Mei 2026

Menteri Investasi: Ada Investor dari Eropa Tertarik Bangun Industri Aspal di Buton

Penulis : Lenny Tristia Tambun
11 Okt 2022 | 12:29 WIB
BAGIKAN

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam acara Pemberian Nomor Induk Berusaha Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Perseorangan pada Kamis (21/07/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam acara Pemberian Nomor Induk Berusaha Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Perseorangan pada Kamis (21/07/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah investor dari Eropa dan Indonesia yang tertarik untuk membangun industri aspal di Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Sudah, insyaallah ada di beberapa negara termasuk nasional kita, Eropa dan Indonesia ya,” kata Bahlil Lahadalia ketika ditemui di acara Investor Daily Summit 2022, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Bahlil menjelaskan, hingga saat ini industri aspal di Buton sudah mampu memproduksi sebanyak 100 ribu ton per tahun. Diakuinya, produksi tersebut belum dapat memenuhi target yang ditentukan pemerintah sebesar 5 juta ton per tahun.

ADVERTISEMENT

“Sekarang industri aspal di Buton sudah sampai ke produksinya 100 ribu ton per tahun. Memang masih sedikit. Tetapi kita akan memompa agar ekspansi penambahan investasi baru untuk industri aspal Buton segera dilakukan. Dan beberapa investornya sudah mulai masuk,” terang Bahlil.

Dijelaskannya, untuk memproduksi aspal sebanyak 500 ribu ton per tahun membutuhkan investasi sekitar Rp 2,5 hingga Rp 3 triliun.

“Jadi dikali saja lah. Kalau 5 juta (ton per tahun), berarti sekitar Rp 15 hingga 20 triliunan lah,” ungkap Bahlil. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan akan memberikan waktu dua tahun untuk memberhentikan impor aspal. “Saya sampaikan, dua tahun lagi saya beri waktu setop yang namanya impor aspal. Harus semuanya disuplai dari Pulau Buton,” kata Jokowi saat membuka acara Investor Daily Summit 2022, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Jokowi mengungkapkan Indonesia memiliki stok aspal di Pulau Buton yang mencapai 662 juta ton. Hal itu diketahuinya, saat berkunjung ke Pulau Buton pekan lalu, bahwa Indonesia pernah mengolah aspal hingga 662 juta ton. Namun pengusaha tidak menggunakan aspal tersebut karena lebih mahal daripada harga aspal impor.

“Dulunya pernah diolah di Buton, tetapi setop, saya nggak tahu (kenapa). Katanya karena aspal impor lebih murah. Sehingga yang terjadi, 95% aspal kita ini aspal impor, padahal kita punya deposit di Buton 662 juta ton,” tegas Jokowi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia