Jumat, 15 Mei 2026

Bahlil: Potensi Investasi Besar, Tapi Khawatir Stabilitas Ekonomi 2023 

Penulis : Triyan Pangastuti
14 Nov 2022 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jumat (12/08/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jumat (12/08/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

BADUNG, Investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut, prospek investasi Indonesia tahun depan juga sangat bergantung pada kemampuan menjaga stabilitas. Hal ini mengingat tantangan ekonomi global tahun depan masih meningkat yang berpotensi mempengaruhi ekonomi dalam negeri.

Kendati demikian, ia meyakini bahwa aliran investasi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih cukup bagus.

"Terkait prospek investasi tahun depan, saya lagi bingung, karena jika melihat potensi investasi ekonomi tinggi tetapi ada kekhawatiran terhadap stabilitas 2023. Tapi jika stabilitas 2023 ini bagus, ekonomi Indonesia akan baik, tetapi sekalipun potensi yang baik ini ada namun kita tidak jaga stabilitas saya tidak yakin," ucapnya dalam Bincang bersama Media, Minggu (13/11/2022).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan stabilitas yang terjaga dengan baik, maka akan turut mendorong aliran investasi yang juga akan menopang pertumbuhan ekonomi. Penguatan stabilitas juga akan menjadi bantalan bagi Indonesia dalam menghadapi situasi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian.

"Kenapa? karena baseline dari kondisi ekonomi global ini gelap, resesi global mengancam. Saya katakan ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, tapi di luar negara-negara berkembang itu ada," papar Bahlil. 

Dengan demikian, ia mengaku optimistis terhadap prospek kinerja ekonomi Indonesia tahun depan. Namun tidak boleh lengah karena gejolak ekonomi global di tahun depan akan menantang terutama potensi resesi global yang memiliki implikasi bagi ekonomi semua negara termasuk Indonesia. Oleh karena itu, Bahlil menekankan pentingnya menjaga stabilitas.

"Di saat bersamaan ekonomi global dalam kondisi yang tidak baik-baik saja atau dalam bahasa saya gelap. Apakah kita mau ikut gelap sama dengan global atau terang, pilihannya ada pada rakyat Indonesia, pemerintah. Kalau mau jaga stabilitas, ekonomi kita baik," tuturnya.

Hingga saat ini, Bahlil menyebut persepsi investor global terhadap ekonomi Indonesia cukup bagus dan menarik di mata Investor. "Persepsi global untuk Indonesia bagus ini. Jangan sampai kita sudah kerja capek-capek untuk membangun persepsi bagus, kemudian buyar seketika karena kita tidak jaga stabilitas dengan baik dampaknya pasti ekonomi kita kedepan akan susah untuk mendapatkan persepsi yang lebih hebat," tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia