Jumat, 15 Mei 2026

Bahlil Usulkan Negara Penghasil Nikel Bentuk Organisasi seperti OPEC 

Penulis : Triyan Pangastuti
16 Nov 2022 | 13:21 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (ist)
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (ist)

BADUNG,Investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengusulkan negara-negara penghasil nikel mendirikan organisasi seperti The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Hal itu disampaikan Bahlil saat melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Internasional Promosi Ekspor Usaha Kecil dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ndi di sela rangkaian KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022).

“Dengan adanya organisasi seperti OPEC, negara penghasil nikel dapat mengoordinasikan dan menyatukan kebijakan komoditas nikel," kata dia dalam keterangan resm, Rabu (16/11/2022).

Apalagi, dia menyatakan, Indonesia sedang memprioritaskan hilirisasi sumber daya alam dalam rangka pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

ADVERTISEMENT

"Selama ini yang kami lihat, negara-negara industri produsen kendaraan listrik melakukan proteksi. Akibatnya, negara penghasil bahan baku baterai tidak memperoleh pemanfaatan nilai tambah yang optimal dari industri kendaraan listrik. Melalui kolaborasi tersebut, kita harap semua negara penghasil nikel bisa mendapat keuntungan melalui penciptaan nilai tambah yang merata," ungkap Bahlil.

Tak hanya itu, dalam pertemuan itu, Bahlil dan Mary Ndi menjajaki peluang kerja sama Indonesia dan Kanada sekaligus kolaborasi untuk optimalisasi sumber daya alam secara berkelanjutan.

Bahlil juga menyampaikan komitmen untuk mendukung penyelesaian Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement/IC-CEPA).

Dia berjanji akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian untuk mengakselerasi penyelesaian IC-CEPA.

Usulan tersebut disambut baik Mary Ndy. Dia mengatakan, pekerjaan rumah selanjutnya adalah mengeksplorasi peluang kolaborasi tersebut. Prinsipnya, Indonesia dan Kadana  sudah memiliki visi yang sejalan terkait optimalisasi sumber daya alam secara berkelanjutan yang juga memberikan manfaat secara ekonomi

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia