Jumat, 15 Mei 2026

Airlangga: Marak PHK Massal, OJK Akan Rumuskan Kebijakan Antisipasi

Penulis : Bella Evanglista MP
24 Nov 2022 | 06:53 WIB
BAGIKAN
Menko Airlangga Hartarto saat menjadi bintang tamu dalam Obrolan Malam Fristian, Rabu (23/11/2022).
Menko Airlangga Hartarto saat menjadi bintang tamu dalam Obrolan Malam Fristian, Rabu (23/11/2022).

JAKARTA, investor.id - Fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang terjadi pada pekan lalu, menjadi isu yang meresahkan dunia kerja. Untuk mengantisipasi gelombang PHK yang lebih besar, Menko Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengambil kebijakan antisipasi.

Menko Perekonomian Airlangga membenarkan bahwa PHK massal memang marak terjadi belakangan ini. Hal tersebut tak hanya terjadi di Indonesia, namun di berbagai belahan dunia.

Menurutnya, pemberhentian karyawan secara masif terjadi di beberapa sektor, di antaranya sektor tekstil, besi dan makanan. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan PHK juga terjadi di beberapa industri lain.

ADVERTISEMENT

"Kita lihat di sektor garment, steel dan food itu memang terkena karena resesi di Amerika maupun Eropa. Ini terjadi karena inflasi tinggi, sehingga demandnya agak turun," kata Airlangga saat menjadi bintang tamu dalam Obrolan Malam Fristian, Rabu (23/11).

Untuk mengantisipasi gelombang PHK yang lebih besar, Menko Airlangga mengatakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengambil kebijakan antisipasi.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa langkah tersebut masih bersifat antisipatif yang berarti bahwa gelombang PHK massal di Indonesia belum sampai pada level mengkhawatirkan seperti yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa.

"Ini sifatnya untuk mengantisipasi. Belum terjadi, artinya belum berdampak langsung pada korporasi. Korporasi yang akan kita bantu adalah menengah dan kecil yang memang terdampak dan (kami) sudah minta kepada OJK untuk perpanjangan restrukturisasi UMKM," ujarnya.

Menko Airlangga juga mengkonfirmasi bahwa kemungkinan akan ada stimulus yang diberikan untuk membantu pemulihan ekonomi bagi beberapa sektor industri.

"Ya, stimulusnya dalam bentuk keleluasaan dari OJK. Hal ini masih akan dimatangkan oleh OJK," tegasnya.

Terkait dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya bagi industri skala kecil dan menengah, Menko mengakui bahwa memang terdapat penurunan serapan PEN beberapa waktu terakhir.

Ia mengatakan bahwa pemerintah akan menggenjot serapan hingga angka 60% di akhir tahun guna memperpanjang napas UMKM di tengah pemulihan kondisi ekonomi pasca pandemi Covid-19.

"Serapan PEN tentu berkurang, karena jumlah vaksinasi dan juga kesehatan. Tentu kita akan melihat sampai akhir tahun, kemungkinan sampai 60%," kata Menko Airlangga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia