Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi.

Jokowi Minta Percepatan Pertumbuhan Realisasi Investasi

Rabu, 30 Nov 2022 | 12:05 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo mengatakan, pada tahun 2023, perekonomian global akan mengalami resesi. Karena itu, pemerintah terus memperkuat sumber-sumber pertumbuhan ekonomi domestik. Dalam hal ini, pemerintah terus melakukan pembenahan investasi untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi.

"Oleh sebab itu, yang namanya investasi, investor jadi rebutan semua negara, karena semua negara ingin ada capital inflow, ada arus modal masuk. Karena kalau tidak ada tambahan arus modal masuk, perputaran uang tidak terjadi pertumbuhan," kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2022 yang berlangsung secara hibrida di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Jokowi Desak Uang Pemda Rp 278 T di Bank Segera Dibelanjakan

Sementara itu, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi selama Januari sampai September 2022 mencapai Rp 892,4 triliun. Angka ini sudah mencapai 74,4% dari target realisasi investasi sepanjang tahun 2022 yang sebesar Rp 1.200 triliun. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 terjadi pertumbuhan sebesar 35,3%.

Advertisement

Dia mengingatkan agar aparat pemerintah tidak mempersulit pengurusan perizinan, sehingga investor lebih mudah melakukan investasi. Dalam hal ini diperlukan sinergi baik dari kementerian/lembaga di pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Baca juga: Perihal Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Menteri Bahlil: Saya Janji Akan Tercapai

"Karena kepercayaan itu sudah kita peroleh, trust sudah kita peroleh, sekarang bagaimana implementasi dari policy-policy yang telah diambil. Jangan sampai ada yang terganggu. Kepercayaan yang sudah kita dapatkan jangan sampai hilang gara-gara kita salah men-treatment investasi yang masuk ke negara kita, ini karena ketatnya persaingan investasi," ucap Jokowi.

Dia juga menekankan agar implementasi Online Single Submission (OSS) diperbaiki khususnya di pemerintah daerah hingga kabupaten/kota. Sebab perizinan sering mempengaruhi laju investasi.

"Dilihat lagi agar kalau kita ngomong 5 menit, ya 5 menit terus, 1 jam ya 1 jam, jangan sampai 6 bulan, itu bisa tidak dipercaya kita nanti. Tolong diperbaiki, masih banyak yang perlu diperbaiki dalam platform ini," ucapnya.

Baca juga: Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, Bagaimana Peluang Investasi Tahun Depan?

Pemerintah sendiri juga telah memberikan insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, dan super tax deductions untuk memberikan kemudahan bagi investor. Namun, implementasi insentif ini juga harus dikaji kembali apakah benar-benar mempermudah investor atau justru mempersulit.

"Ada kebijakan tambahan, insentif tambahan, tax holiday, diberikan perlakuan yang lebih baik, kita pelajari semuanya. Tapi kalau dalam pelaksanaan masih ada yang mengganggu, ya buyar semua kebijakan yang telah kita desain," ujar Jokowi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com