Jumat, 15 Mei 2026

BKF: Defisit APBN 2022 Diprediksi Hanya 2,8% dari PDB

Penulis : Arnoldus Kristianus
9 Des 2022 | 16:41 WIB
BAGIKAN
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (Foto: Beritasatu.com)
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (Foto: Beritasatu.com)

JAKARTA,investor.id - Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) memperkirakan defisit APBN 2022 dapat mencapai 2,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB). angka ini lebih rendah dari target defisit APBN 2022 sebesar 4,5%.

“Kami melihat sangat besar peluang defisit bisa di bawah 3%. Nanti kita lihat, defisit APBN bisa 2,8% atau lebih rendah lagi,” ucap Kepala BKF Febrio Nathan Kacaribu di Kompleks Parlemen pada Kamis (8/12).

Catatan Kemenkeu menunjukan hingga akhir Oktober 2022, terdapat defisit anggaran sebesar negatif Rp169,52 triliun atau sekitar negatif 0,91% terhadap PDB . Sementara itu, realisasi Pembiayaan

ADVERTISEMENT

Anggaran hingga akhir Oktober 2022 ini mencapai Rp439,87 triliun atau tumbuh 52,4%. Realisasi pembiayaan utang sampai akhir Oktober 2022 mencapai Rp506,03 triliun, tumbuh 53,6%.

“Arahnya sangat baik, terakhir 0,91%. Kita on track defisit lebih rendah dari yang diprediksi di awal,” kata Febrio.

Dari sisi penerimaan negara, hingga 6 Desember 2022 realisasi penerimaan pajak telah mencapai Rp1.580 triliun. Angka ini berada di atas target pajak dalam APBN 2022 yang sebesar Rp 1.485 triliun. Sedangkan realisasi belanja negara hingga akhir Oktober 2022 sudah mencapai Rp 2.351,1 triliun atau terserap 75,7% dari target dalam APBN 2022 yang sebesar Rp 3.106,4 triliun.

Pemerintah menggenjot belanja negara agar memberikan efek langsung ke pertumbuhan ekonomi. Realisasi belanja negara ditargetkan agar dapat mencapai 95% dari target dalam pagu APBN. Belanja negara terutama digunakan, untuk masyarakat yang miskin dan rentan melalui program perlindungan sosial dan keberpihakan. Dalam konteks yang lebih besar belanja digunakan untuk penciptaan lapangan kerja agar tingkat pengangguran dan kemiskinan bisa terus menurun.

“Rata-rata belanja negara selalu di atas 95%. Kita lihat apakah tahun ini, harapannya bisa. Namun, dalam konteks ini bukan masalah berapa persennya, tetapi bagaimana dampak dari belanja itu terhadap indikator ekonomi yang kita mau. Kalau yang paling sering kami harapkan tentunya untuk pertumbuhan ekonomi,” kata Febrio.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 42 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 44 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia