Genjot Ekspor di Masa Pandemi, Bio Farma Satu-satunya BUMN Peraih Primaniyarta
JAKARTA, investor.id - Bio Farma dinobatkan sebagai pemenang penghargaan Primaniyarta dalam kategori Eksportir Produk Inovatif. Bio Farma yang merupakan induk holding BUMN Farmasi beranggotakan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF) menjadi satu-satunya BUMN yang mendapatkan penghargaan Primaniyarta pada 2022
Penghargaan Primaniyarta diberikan kepada 14 penerima yang terdiri atas 12 eksportir dan dua kepala daerah terpilih yang terus meningkatkan nilai ekspornya di masa pandemi serta menjadi pelopor pasar baru bagi Indonesia.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, saat ini produk Bio Farma telah diekspor ke lebih dari 153 negara, bahkan kebutuhan vaksin polio di dunia, dipenuhi oleh Bio Farma sebanyak 70%. Realisasi ekspor produk Bio Farma pada tahun 2021 lalu mengalami peningkatan dari sebelumnya US$ 69 juta pada 2020 menjadi US$ 107 juta pada 2021”, ungkap Honesti dalam keterangan pers, Selasa (20/12/2022).
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, kunci kesuksesan negara maju adalah ekspor. Hingga tidak berlebihan jika pemerintah memberikan penghargaan kepada para pelaku usaha ekspor. “Pelaku usaha ekspor ini bagi kita adalah pejuang-pejuang bagi merah putih yang akan menjadikan republik ini menjadi negara maju,” katanya.
Dia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada para eksportir. Zulkifli juga menambahkan, pihaknya akan berusaha untuk mendorong dan membantu perusahaan untuk melakukan ekspor. “Para pejuang ekspor ini harus dibantu agar mudah dan berkembang perusahaanya,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Penelitian & Pengembangan Bio Farma, Yuliana Indriati mengatakan, bahwa ekspor produk Bio Farma terutama melalui Badan dibawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seperti UNICEF, serta melalui kerjasama bilateral dengan negara Asia dan Afrika. Produk ekspor Bio Farma meliputi produk jadi seperti vaksin nOPV2, vaksin Hepatitis B, vaksin TT, vaksin TD, serta serta produk vaksin unggulan lainnya. Serta produk bulk seperti Polio Bulk, Measles Bulk, Tetanus Bulk dan lainnya.
“Bio Farma juga memiliki portfolio produk ekspor berupa Diagnostic Kit seperti Bio VTM, BioCov-19 dan mBioCov-19 untuk PCR Kit, serta BioColomelt untuk Cancer Kit,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






