Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Relatif Terjaga

Penulis : Arnoldus Kristianus
20 Des 2022 | 18:26 WIB
BAGIKAN
Masyarakat berbelanja kebutuhan pokok di salah satu supermarket di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Masyarakat berbelanja kebutuhan pokok di salah satu supermarket di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan memperkirakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2022 berada di kisaran 5,1% hingga 5,3%. Pertumbuhan ekonomi 2022 diperkirakan menguat signifikan, sejalan dengan tren penguatan pemulihan dalam tiga kuartal pertama 2022.

“Dengan situasi ini, kita lihat pertumbuhan ekonomi tahun 2022 masih akan relatif terjaga di kuartal IV. Nanti akan terekam saat disampaikan BPS (Badan Pusat Statistik),” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita yang berlangsung secara virtual, Selasa (20/12/2022).

Sri Mulyani mengatakan, untuk tahun 2022, indikator perekonomian domestik masih sehat dan kuat. Hal ini terlihat dari indikator indeks keyakinan konsumen di 119,1. Jika dilihat secara musiman, tren konsumsi akan terus menguat hingga akhir tahun. Indikator berdasarkan Mandiri Spending Index mencatat terjadi tren kenaikan konsumsi sampai 130,8 hingga November 2022.

ADVERTISEMENT

“Pastinya kita harapkan momentum terjaga hingga akhir tahun, dimana aktivitas menjelang akhir tahun maupun adanya libur Natal dan tahun baru pasti akan meningkatkan aktivitas belanja,” kata Sri Mulyani.

Indeks penjualan ritel mobil juga masih relatif sehat, dimana pertumbuhan kenaikan mobil mencapai 3,7% dan sepeda motor melonjak di 26,9%. Hal ini menunjukan bahwa kelompok kelas menengah masih memiliki daya beli dan kemampuan konsumsi yang cukup sehat.

“Untuk tahun depan tren forecast ekonomi Indonesia agak lebih rendah dibandingkan tahun 2022. Ini tentu karena lingkungan global yang diperkirakan akan melemah. Nanti secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja ekonomi Indonesia tahun depan,” tandas Sri Mulyani.

Jika melihat forecast lembaga internasional, maka pertumbuhan ekonomi tahun 2022 diperkirakan akan berada di kisaran 5,2% hingga 5,4%. Beberapa di antaranya adalah IMF sebesar 5,3%, Bank Dunia sebesar 5,2%, Bank Pembangunan Asia sebesar 5,2%, Bloomberg sebesar 5,3%, serta Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi sebesar 5,3%.

“Estimasi pertumbuhan ekonomi tahun 2022 antara 5,2% hingga 5,4% yang dikeluarkan oleh berbagai proyeksi lembaga dunia,” ucap Sri Mulyani.

Sementara itu, posisi inflasi Indonesia yang mencapai 5,42% hingga November 2022 dinilai menjadi indikator positif. Sebab pemerintah berhasil menjaga kestabilan harga barang di tengah gejolak perekonomian dunia yang terjadi. Apalagi banyak negara mengalami inflasi dengan angka besar bahkan inflasi Turki mencapai 84% dan Argentina mencapai 88%.

“Inflasi di 5,4% relatif sangat baik dibandingkan di berbagai negara yang cenderung mengalami inflasi tinggi,” pungkas Sri Mulyani.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia