Jumat, 15 Mei 2026

Progres 88,38%, Proyek LRT Jabodebek Terus Dikebut

Penulis : Amrozi Amenan
15 Jan 2023 | 07:03 WIB
BAGIKAN
LRT Jakarta. Foto: Perseroan
LRT Jakarta. Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id - Per Januari 2023, progres proyek Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek telah mencapai 88,38%. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI fokus merampungkan proyek moda transportasi massal tersebut agar bisa dioperasikan pada Juli 2023.

Nantinya, LRT Jabodebek dioperasikan dengan menggunakan sistem communication-based train control (CBTC) dengan grade of automation (GoA) level 3, yakni sistem kereta berbasis komunikasi yang dapat mengoperasikan kereta dan memproyeksikan jadwal secara otomatis dari pusat kendali operasi serta tanpa masinis.

“Walau tanpa masinis, perjalanan LRT Jabodebek tetap terdapat petugas yang disebut train attendant untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan dan jika dibutuhkan untuk penanganan dalam kondisi darurat,” kata Manager Public Relation LRT Jabodebek Kuswardojo dalam pernyataan resminya, di Jakarta, Jumat (13/1/2023).

Lebih lanjut, Kuswardojo mengatakan, dalam melayani masyarakat, LRT Jabodebek akan mengoperasikan 31 trainset atau rangkaian. Setiap rangkaian LRT Jabodebek terdiri atas enam kereta. LRT Jabodebek mampu mengangkut 1.308 penumpang.

ADVERTISEMENT

“LRT Jabodebek akan melayani masyarakat mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 23.27. Nantinya, LRT Jabodebek rata-rata akan melayani sebanyak 434 perjalanan KA setiap harinya dengan target awal pengguna jasa sebanyak 137.000 setiap harinya dan hadir setiap 4 menit di Stasiun Dukuh Atas - Cawang, setiap 8 menit di Stasiun Jati Mulya - Cawang, serta setiap 8 menit di Stasiun Harjamukti - Cawang,” ujar Kuswardojo.

LRT Jabodebek akan melayani masyarakat dengan menghadirkan 18 stasiun yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jati Mulya. Stasiun-stasiun tersebut terintegrasi dengan moda transportasi lain sehingga memudahkan masyarakat bermobilisasi. Selain itu, stasiun LRT Jabodebek tersebar di lokasi yang strategis mulai dari kawasan perumahan, perbelanjaan, hingga kawasan bisnis sehingga memudahkan masyarakat dalam menggunakan LRT Jabodebek.

Kemudian, dalam operasionalnya layanan pengguna jasanya, LRT Jabodebek menerapkan sistem cashless, yakni menggunakan kartu uang elektronik (KUE) transportasi yang sudah ada, misalnya KMT, kartu uang elektronik ataupun dompet digital atau e-wallet.

“KAI juga menyiapkan petugas pengawas stasiun, petugas loket, passenger service, cleaning service, petugas kesehatan, dan security untuk mengoptimalkan pelayanan pada pelanggan di semua stasiun LRT Jabodebek,” terang Kuswardojo.

Mengurangi Kemacetan

Kuswardojo mengungkapkan, hadirnya LRT Jabodebek bertujuan untuk mengurangi kepadatan dan kemacetan yang terjadi di kawasan Jabodebek. Berdasarkan Perpres 49 tahun 2017, KAI ditugaskan sebagai penyelenggara sarana dan prasarana LRT Jabodebek di antaranya meliputi pengadaan sarana, pengoperasian sarana dan prasarana, perawatan sarana dan prasarana, dan pengusahaan sarana dan prasarana, menyelenggarakan sistem tiket otomatis (automatic flare collections).

Selain itu, KAI sebagai BUMN yang ditunjuk untuk menjadi operator LRT Jabodebek juga tengah mempersiapkan berbagai aspek demi kelancaran operasional transportasi modern tersebut. Salah satunya adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang andal untuk dapat mewujudkan keselamatan dan kelancaran operasional LRT Jabodebek.

"Kami juga menyiapkan kelengkapan Depo LRT Jabodebek yang berfungsi untuk menyimpan, memeriksa, merawat, serta memperbaiki sarana dan komponen pendukung LRT Jabodebek," kata Kuswardojo.

Ditambahkan, LRT Jabodebek direncanakan mulai melayani masyarakat pada pertengahan 2023. Saat ini, KAI bersama pihak-pihak terkait terus mempersiapkan berbagai aspek agar LRT Jabodebek dapat beroperasi sesuai target yang direncanakan.

"Dengan progres pembangunan per Januari 2023 mencapai 88,38%, LRT Jabodebek ditargetkan dapat beroperasi pada Juli 2023," imbuh Kuswardojo.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia