Gabungan Perusahaan Optimistis Kinerja Ekspor Tumbuh, tapi…
JAKARTA, investor.id - Pelaku ekspor di Tanah Air tetap optimistis kinerja ekspor pada tahun ini bisa tumbuh positif, meskipun di tengah isu ketidakpastian alias resesi ekonomi global maupun dinamika tahun politik nasional.
Pemerintah juga telah memproyeksikan nilai ekspor pada 2013 bakal naik di 12,8 persen dan nilai impor di 14,9 persen.
Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DKI Jakarta, Irwandy MA Rajabasa mengemukakan, proyeksi itu menurutnya terlalu tinggi, apalagi jika merujuk pada kinerja ekspor tahun-tahun sebelumnya.
"Namun bagi kami (pelaku usaha ekspor) harus tetap optimistis kinerja ekspor tahun ini bisa tumbuh, meskipun mungkin sedikit melambat lantaran faktor eksternal (ekonomj global) dan perpolitikan di dalam negeri. Kalau proyeksi kami selaku pelaku ekspor, pertumbuhan tahun ini masih di bawah 10 persen," ujarnya Rabu (1/2/2023).
Irwandy menjelaskan, peningkatan ekspor yang terjadi pada tahun lalu ditunjang hanya oleh sejumlah komoditas utama seperti hasil tambang dan sejenisnya yang diserap di berbagai negara di dunia.
Namun untuk barang-barang industri hasil pabrikan, pertumbuhan ekspornya relatif belum signifikan.
"Kendati begitu, sebagai asosiasi, GPEI juga terus mendorong pertumbuhan ekspor dengan berbagai upaya, salah satunya yakni memacu kompetensi para eksportir nasional melalui pendampingan, pembekalan informasi ekspor dan memperluas pasar ekspor di kancah global kepada perusahaan anggota GPEI," ucapnya.
Bahkan, imbuhnya, GPEI mendukung sepenuhnya pemanfaatan platform layanan ekspor one-stop service InaExport, dalam rangka memacu kegiatan ekspor nasional dan menumbuhkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di dalam negeri agar mampu berorientasi ekspor.
Dia mengatakan, InaExport menawarkan keuntungan tidak hanya membantu penjualan dan promosi ekspor tapi juga pengembangan UMKM untuk siap menghadapi pasar global.
“Karena itu, GPEI DKI berkomitmen terus mensupport InaExport sejak diluncurkan dan dikembangkan oleh Kementerian Perdagangan, lantaran platform itu bertujuan menjadikannya pelayanan satu pintu (one stop service) fasilitasi ekspor nonmigas untuk menghubungkan dan mempromosikan pelaku usaha atau eksportir Indonesia ke buyer internasional,” ujar Irwandy.
Sebagaimana diketahui, nilai perdagangan ekspor Indonesia pada tahun 2022 mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai ekspor mencapai Rp 268 miliar.
Peningkatan ekspor tersebut ditunjang oleh berbagai komoditas utama seperti besi baja, bahan bakar fosil, dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers, usai mengikuti rapat terbatas mengenai evaluasi capaian ekspor tahun 2022 dan target tahun 2023 yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini mengatakan, komoditi batu bara bisa mengompensasi impor dari minyak sehingga kita di bidang energi ini positif sebesar hampir US$ 6,8 miliar secara year to date, sedangkan iron and steel US$ 29 miliar, dan CPO sekitar US$ 30 miliar.
Baca Juga:
Gabungan Importir Keluhkan Sistem Ini"Sehingga tentu ini menunjukkan bahwa ekspor Indonesia relatif kuat,” ujar Airlangga.
Pemerintah pun memproyeksikan pertumbuhan ekspor pada tahun 2023 ini akan tetap tumbuh positif meski lebih melambat daripada tahun lalu. Airlangga menuturkan, pemerintah memproyeksikan nilai ekspor naik di 12,8 persen dan nilai impor di 14,9 persen.
“Tahun 2022 ekspor kita tumbuh 29,4 persen, impor tumbuh 25,37 persen. Tahun depan [2023] diproyeksikan ekspornya, karena kita basisnya sudah tinggi, itu ekspornya naik di 12,8 [persen], impornya 14,9 persen,” paparnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





