Kamis, 23 Maret 2023

Jokowi Perintahkan OJK Periksa yang Suka ‘Menggoreng’

Prisma Ardianto
6 Feb 2023 | 11:50 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2023 di Jakarta, Senin (06/02/2023). (Sumber: Youtube OJK)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2023 di Jakarta, Senin (06/02/2023). (Sumber: Youtube OJK)

JAKARTA, investor.id - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyorot aspek perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan mulai dari asuransi, pinjaman online (pinjol), sampai dengan investasi. Aspek perlindungan konsumen lekat dengan kepercayaan publik, sehingga pengawasan perlu diterapkan secara mendetail.

Presiden menerangkan, masyarakat memerlukan perlindungan yang pasti terhadap produk jasa keuangan, baik itu asuransi, pinjaman online, investasi, maupun layanan tur haji dan umrah. Oleh karena itu, perlu pengawasan mendetail dari masing-masing produk atau layanan tersebut.

"Gak bisa sekarang ini kita kerjanya makro, gak bisa. Makro itu, mikro harus detail, di cek satu per satu. Hati-hati ada peristiwa besar minggu kemarin, Adani di India. Makronya negara bagus, mikronya ada masalah. Mikro, hanya satu perusahaan, Adani, kehilangan US$ 120 miliar, hilang langsung, dirupiahkan Rp 1.800 triliun. Hati-hati mengenai ini, pengawasan, pengawasan, pengawasan," ungkap Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2023, Senin (6/2/2023).

Advertisement

Dalam hal ini, Presiden mengingatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan pengawasan yang mendetail. Jangan sampai ada yang terlewat. Jika demikian, bukan tidak mungkin dampak lebih besar bisa ditimbulkan lebih lanjut.

"Jangan sampai ada yang lolos seperti itu karena goreng-gorengan. Rp 1.800 triliun, itu seperempatnya PDB India hilang. Yang terjadi apa? Capital outflow, semua keluar. Yang terjadi apa? Rupee jatuh. Hati-hati mengenai ini, padahal kondisi makronya bagus," beber Presiden.

Jokowi minta agar OJK cermat dan jeli melihat entitas yang suka memanipulasi produk atau layanan, bahkan nilai saham. Dia mengatakan, terkadang memang menggoreng-goreng nilai saham menghasilkan keuntungan yang tinggi jika kesempatannya tepat. Sebaliknya, bukan tidak mungkin investor dirugikan atas aktivitas tersebut. Oleh karena itu, OJK dalam pengawasannya diminta sangat hati-hati.

"Sehingga dilihat betul, mana yang suka menggoreng. Kalau gorengan itu enak. Menggoreng-goreng ya pas dapat ya enak, tapi sekali kepeleset seperti tadi yang saya sampaikan, Adani di India. Hati-hati," ungkap Jokowi.

Lebih lanjut di sektor perasuransian. OJK juga diminta supaya masalah di sejumlah perusahaan asuransi tidak terulang kembali. Karena pada akhirnya, rakyat sebagai nasabah menjadi korban. Begitu juga kasus pada salah satu koperasi terbesar di Indonesia.

"Jangan sampai kejadian-kejadian yang sudah-sudah Asabri, Jiwasraya, Rp 17 triliun, Rp 23 triliun. Ada lagi Indosurya, Wanaartha, sampai hafal karena saya baca. Unit link, ini mikro satu-satu diikuti. Karena rakyat, yang nangis itu rakyat. Rakyat itu hanya minta satu sebetulnya, duit saya balik, uang saya balik," ungkap Presiden.

Terakhir, Presiden minta penanganan pelaporan atau keluhan bisa lebih efisien dan efektif. Hal ini menyangkut betul kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan. Akan sangat sulit membangun pertumbuhan ketika industri sendiri kehilangan kepercayaan dari publik.

"Sering pelaporan, sudah ada pelaporan keluhan. Pelaporan keluhan sudah tahun 2020, sampai sekarang ini sampai tahun 2023 ini juga belum tuntas. Gini-gini, hati-hati, yang kita bangun ini adalah trust. Kalau sudah kehilangan itu, sulit untuk membangun kembali. Saya yakin OJK yang sekarang bisa," pungkas Presiden.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Emas Terkerek 8,50 Dolar AS

Harga emas terangkat pada akhir perdagangan Rabu, menjelang keputusan suku bunga pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).
Business 18 menit yang lalu

Cosmart Raih Pendanaan Rp 76 miliar, Hadirkan Belanja Hemat di Ramadan

Perusahaan e-commerce berbasis membership pertama di Indonesia, Cosmart, meraih pendanaan Rp76 miliar dari dari Lightspeed, East Ventures, dan Vertex Ventures SEA & India. Pendanaan digunakan untuk pengembangan bisnis, memperluas jangkauan konsumen hingga menawarkan berbagai kemudahan dan promo.
Market 18 menit yang lalu

Ssstt! Ada Kabar dari WIR Asia (WIRG) soal Pengendalinya

Salah satu pengendali WIR Asia (WIRG) melakukan pengalihan saham.
Business 23 menit yang lalu

Ini Salah Satu Peran Vital Internet di Sektor Kesehatan

Internet ternyata berperan vital di sektor kesehatan. Hal itu diulas Zahra Rabbiradlia, salah satu pemenang IndiHome Blogger Competition.
Market 53 menit yang lalu

Pasar Kripto Terimbas Kenaikan Suku Bunga Fed, Bitcoin Melemah

Pasar kripto terimbas keputusan Federal Reserve menaikan suku bunga sebesar 25 bps. Bitcoin pun melemah hingga merosot ke level US$ 27 ribu.
Copyright © 2023 Investor.id