Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Dongkrak Konsumsi Rumah Tangga pada Kuartal II-2023

Penulis : Arnoldus Kristianus
7 Feb 2023 | 08:41 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (6/2/2023). (B-Universe Photo/Arnoldus Kristianus)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (6/2/2023). (B-Universe Photo/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Guna mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,3% pada tahun ini, pemerintah akan mendongkrak konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2023. Bila dilihat secara musiman biasanya puncak pertumbuhan ekonomi terjadi pada saat hari raya keagamaan Lebaran yang berlangsung pada kuartal II.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam masa transisi pandemi Covid-19 mobilitas masyarakat mulai berjalan normal. Saat mobilitas meningkat maka kegiatan ekonomi termasuk konsumsi bisa berjalan optimal. Pada 2023, Hari Raya Lebaran berlangsung pada 23 April 2023.

“Tentu harus kita memanfaatkan untuk pertumbuhan tahun kuartal II-2023. Momentum Hari Raya Lebaran harus kita dorong karena ini bertepatan dengan kesempatan kita menggenjot pertumbuhan ekonomi,” ucap Airlangga dalam konferensi pers secara virtual pada Senin (6/2/2023).

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS)pada tahun 2022 konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93%. Angka ini lebih tinggi dari posisi tahun 2021 yang sebesar 2,02%. Konsumsi rumah tangga tumbuh menguat pada 2022. Pulihnya mobilitas mendorong aktivitas dunia usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Hal tersebut juga ditunjukkan oleh kenaikan PPh Pasal 21 sebesar 18,36%. Membaiknya pendapatan masyarakat mendorong penguatan seluruh kelompok konsumsi, utamanya pada kelompok konsumsi, transportasi, komunikasi, serta restoran dan hotel.

ADVERTISEMENT

"Terutama dengan kembalinya mobilitas, kepercayaan masyarakat untuk beraktivitas semakin tinggi, tentu ini akan mendorong pertumbuhan," ucap Airlangga.

Di sisi lain, ekonom PT Bank Mandiri Tbk Faisal Rachman mengungkapkan pada 2023 sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan besar akan bergeser dari sektor eksternal ke sektor domestik. Sebab, kegiatan ekspor diperkirakan akan melemah seiring dengan perlambatan ekonomi global. Pembukaan kembali ekonomi Tiongkok dapat menopang permintaan, namun harga komoditas masih rentan berlanjut melemah di tengah prospek peningkatan pasokan dan penurunan permintaan di negara-negara Barat.

“Konsumsi rumah tangga akan ditopang oleh inflasi yang terkendali dan pencabutan PPKM yang selanjutnya dapat meningkatkan mobilitas dan permintaan masyarakat,” kata Faisal.

Sementara itu, pengeluaran pemerintah yang mengalami kontraksi pada tahun 2022 di tengah menurunnya pengeluaran untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional diharapkan dapat kembali mencatat pertumbuhan pada 2023, termasuk persiapan Pemilu 2024.

Faisal mengatakan sumber pertumbuhan ekonomi dari sisi investasi tetap akan bergeser dari investasi nonbangunan dan struktur, khususnya investasi terkait komoditas, menjadi investasi bangunan dan struktur. Hal ini didukung oleh peningkatan anggaran infrastruktur pada APBN 2023 , pelaksanaan proyek strategis nasional, proyek hilirisasi, dan pembangunan ibu kota negara.

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menurun secara terkendali menjadi 5,04% pada 2023,” kata Faisal.

Editor: Thomas Harefa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia