Jumat, 15 Mei 2026

Minyakita Masih Langka dan Mahal, Warga Resah

Penulis : Asyharuddin Arbab
12 Feb 2023 | 23:48 WIB
BAGIKAN
Minyak goreng Minyakita (Foto: BTV/Roy Triono)
Minyak goreng Minyakita (Foto: BTV/Roy Triono)

POLMAN, investor.id – Minyak goreng subsidi pemerintah, yaitu Minyakita, yang digadang-gadang untuk menstabilkan harga di pasaran saat ini justru mendadak langka.

Seperti yang terjadi di pasar sentral, Pekkabata, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Minyak goreng curah kemasan ini mulai sulit didapatkan, kalaupun ada biasanya dijual dengan harga lebih tinggi.

Padahal, pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita di harga Rp 14 ribu per liter. Namun, saat ini harga di pasaran mencapai Rp 17 ribu per liter.

Akibatnya, keranjang yang ada di sejumlah toko yang biasa digunakan untuk meletakkan Minyakita hingga kini masih kosong.

ADVERTISEMENT

Salah seorang pedagang minyak goreng, Kamaruddin mengaku saat ini sulit mendapatkan Minyakita dari distributor, sehingga mereka terpaksa membeli Minyakita di toko dengan harga lebih tinggi.

"Sekarang kondisi di pasaran minyak kurang, susah kita dapat, kalau per liter kita beli Rp 16 ribu, jadi kita jual Rp 17 ribu. Kita tidak beli di distributor, tapi kita beli di toko grosir karena di diatributor tidak ada," kata Kamaruddin saat ditemui di pasar, Minggu (12/2/2023).

Menurutnya, kelangkaan Minyakita sudah terjadi sejak memasuki awal tahun 2023, namun semakin diperparah sejak beberapa hari terakhir.

"Sudah ada sekitar satu bulan begini, susah di dapat minyak goreng, kita sudah cari di semua toko tapi masih tidak ada," tuturnya.

Hal serupa juga dikeluhkan oleh warga, Ratnawati. Menurut dia, selain harganya mahal, Minyakita juga sulit didapat di pasaran sehingga mereka terpaksa membeli minyak merek lain yang harganya jauh lebih tinggi.

"Biasanya saya beli dengan harga Rp 14 ribu per liter, sekarang sudah Rp 17 ribu per liter. Susah didapat kalau tidak dapat terpakasa beli minyak goreng merek lain yang harganya lebih tinggi karena sudah kebutuhan," paparnya.

Ia berharap pemerintah bisa kembali menstabilkan harga minyak di pasaran, sehingga kelangkaan minyak tidak terjadi. "Kenaikan harga minyak goreng sangat meresahkan warga, karena barang-barang yang lain juga naik, saya berharap pemerintah bisa kembali menormalkan harga minyak goreng," ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia