Jumat, 15 Mei 2026

Kemendag Naikkan Insentif Produksi Minyakita

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
15 Feb 2023 | 10:49 WIB
BAGIKAN
Minyakita. (Youtube/Ditjen Perdagangan Dalam Negeri)
Minyakita. (Youtube/Ditjen Perdagangan Dalam Negeri)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menaikkan insentif faktor pengali ekspor dari 1:1,5 menjadi 1:1,75 bagi pelaku usaha yang memasok minyak goreng rakyat dengan merek Minyakita.

Dengan skema insentif tersebut, pelaku usaha yang memasok Minyakita memiliki komposisi hak ekspor minyak sawit mentah (CPO) lebih banyak dibandingkan dengan hanya memproduksi minyak goreng curah.

“Untuk insentif produksi minyak goreng rakyat kemasan kami naikkan dari 1:1,5 menjadi 1:1,75. Supaya ada gap antara DMO minyak goreng kemasan dan DMO minyak goreng curah, sehingga lebih menarik produksi yang kemasan,” kata Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Kasan dalam acara Kasih Paham BTV, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Kasan menegaskan, kelangkaan minyak goreng di pasaran hanya terjadi pada minyak goreng rakyat dengan merek Minyakita, bukan minyak goreng curah maupun premium.

“Kalau minyak goreng premium semuanya ada, baik dari pasar tradisional hingga pasar ritel modern. Pasokan minyak goreng curah juga cukup,” tutur dia.

Dia menjelaskan, Minyakita merupakan minyak DMO atau minyak yang wajib disalurkan ke pasar dalam negeri oleh produsen atau eksportir yang nantinya mendapat insentif untuk ekspor.

“Awalnya kebijakan DMO hanya berlaku untuk minyak goreng curah saja. Tetapi dalam perjalanannya untuk memudahkan distribusi, kami juga dorong dalam bentuk kemasan dengan merek Minyakita,” ungkap dia.

Menurut Kasan, pasokan minyak goreng curah dan Minyakita sepanjang Juni-November 2022 masih bisa memenuhi kebutuhan pasar. “Terutama puncaknya di bulan November yang pada saat itu melebihi batas 300 ribu ton, sehingga tidak ada masalah terkait suplai, dan harganya juga masih Rp 14.000 per liter,” kata dia.

Pada bulan Desember 2022 dan Januari 2023, suplai dari produsen minyak goreng yang wajib DMO berkurang karena terjadinya penurunan ekspor. "Di Desember belum terlalu terasa dampaknya karena masih ada pasokan dari November. Di Januari kelangkaan Minyakita mulai terjadi," ujar dia.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia