Jumat, 15 Mei 2026

BI: Net Outflow Capai Rp 640 Miliar

Penulis : Kunradus Aliandu
26 Feb 2023 | 10:02 WIB
BAGIKAN
Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: AFP/Beritasatu.com)
Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: AFP/Beritasatu.com)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menyatakan, aliran modal asing keluar bersih (net outflow) dari pasar keuangan domestik sebesar Rp 640 miliar pada periode 20-23 Februari 2023. Aliran modal asing keluar bersih tersebut berasal dari jual neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 860 miliar dan beli neto di pasar saham sebesar Rp 230 miliar.

"Berdasarkan data transaksi 20-23 Februari 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 0,64 triliun (jual neto Rp 0,86 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp 0,23 triliun di pasar saham)," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Jumat (24/2/2023).

Sedangkan berdasarkan data setelmen sejak 1 Januari hingga 23 Februari 2023 terdapat aliran modal asing masuk bersih di pasar SBN senilai Rp 43,88 triliun dan modal asing keluar bersih di pasar saham senilai Rp 2,36 triliun.

ADVERTISEMENT

Adapun imbal hasil atau yield SBN Indonesia tenor 10 tahun naik ke level 6,77%. Level yield surat utang Indonesia tersebut lebih menarik dan jauh dari yield surat utang Amerika Serikat atau UST Treasury Note tenor 10 tahun yang naik ke level 3,877%.

Premi risiko investasi (credit default swap/CDS) Indonesia 5 tahun naik ke 93,89 basis poin (bps) per 23 Februari 2023 dari 92,91 bps per 17 Februari 2023. Sementara nilai tukar rupiah dibuka ke posisi Rp 15.195 per dolar AS pada Jumat (24/2/2023) dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Kamis (23/2/2023) Rp 15.185 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 104,60. Indeks dolar AS adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap enam mata uang negara utama lainnya, yakni euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” kata dia.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, beberapa waktu terakhir ini terjadi arus modal asing keluar di beberapa negara pasar berkembang, termasuk Indonesia dikarenakan kebijakan hawkish Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed. "Kebijakan Fed akan sangat menentukan modal asing yang sifatnya jangka pendek di saham maupun obligasi," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KitA yang berlangsung secara daring, Rabu (22/2/2023).

Selain di Indonesia, arus modal asing masuk juga terjadi di negara-negara pasar berkembang yang secara keseluruhan sebesar US$ 7,2 miliar atau setara dengan 1,5% dari dana kelolaan (asset under management/AuM). Secara persentase, angka tersebut lebih besar dari inflow ke negara-negara maju yang sekitar 0,8% dari dana kelolaan.

Menurut Sri Mulyani, pasar keuangan global yang selama ini menyumbang ketidakpastian dengan volatilitas tinggi sudah mulai mereda, meski indikator Fed untuk tetap bertahan dengan suku bunga tinggi tetap akan menyumbang sentimen. Indeks volatilitas pasar saham (VIX) dan indeks pasar obligasi (MOVE) masih dalam tren menurun pasca pertemuan Fed pada Februari 2023. Indeks persepsi risiko (credit default swap/CDS) Indonesia pun cenderung melandai, yang mengindikasikan persepsi risiko investor terhadap Indonesia terjaga.

"Volatilitas ini masih akan kami perhatikan karena tidak hanya akan memberi sentimen positif dan negatif, tetapi juga akan menentukan arus modal ke Indonesia," ujarnya.

Usai pertemuan Fed pada bulan ini, dia mengungkapkan imbal hasil (yield) obligasi AS meningkat, cenderung sama dengan kondisi pasca pertemuan Bank Sentral pada Desember 2022. Indeks dolar AS pun bergerak positif. Di sisi lain, nilai tukar rupiah konsisten menunjukkan tren apresiasi sejak awal 2023, yakni menguat 2,7%. Kondisi tersebut menggambarkan keseimbangan eksternal Indonesia yang bagus dan kepercayaan investor terhadap ekonomi domestik membaik. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia