Proyek Vital seperti Plumpang, Erick Thohir akan Bangun Buffer Zone dan Parit
JAKARTA, investor.id - Menteri BUMN Erick Thohir berencana membangun buffer zone (zona penyangga) di setiap proyek vital nasional seperti kilang minyak dan pupuk. Bahkan, Presiden Joko Widodo sudah mengusulkan untuk dibuatkan parit.
"Sekarang kita akan mulai petakan buffer zone untuk kawasan vital seperti kilang dan pupuk supaya ada buffer zone. Salah satu inisiatif yang diusulkan Presiden membuat parit air," terang Erick saat jumpa pers, Kamis (10/3).
Sebab, jika terjadi bencana seperti kebakaran di Plumpang, maka dengan adanya air akan lebih mudah untuk memadamkan. Untuk itu, kata Erick Kementerian BUMN bakal menindaklanjuti usulan Presiden soal parit tersebut.
Sambil terus, Kementerian BUMN juga memprioritaskan untuk membuat buffer zone. Erick berpendapat, jika solusinya merelokasi atau memindahkan akan memakan banyak waktu.
"Pelindo harus menyiapkan tanahnya dulu. Lalu, Plumpang ditinggalkan tidak? karena di situ ada oli atau lubricant yang memang tidak memerlukan pipa seperti BBM. Mungkin lebi aman," tuturnya.
Baca Juga:
Erick Thohir: Pertamina Relokasi Terminal BBM dan Bentuk Zona Aman untuk Masyarakat di PlumpangDengan demikian, Plumpang bisa dikembangkan sebagai ekosistem untuk lubricant. Biarpun begitu, semuanya harus dikalkulasi secara bisnis. Makanya, Komisi VI DPR RI dalam waktu dekat akan memanggil Direksi PT Pertamina (Persero) untuk memaparkan inisiatif ini.
"Jadi, kita jangan debat kusir yang tidak penting. Tapi, keselamatan masyarakat kata Presiden harus diprioritaskan. Karena itu, kejadian-kejadian kemarin Pertamina langsung merawat korban dan tidak membedakan siapapun," katanya.
Dari hasil proses investigasi, Erick bilang ditemukan dua fakta. Pertama, Plumpang merupakan kawasan tanah Pertamina. Tetapi, sejak tahun 90-an muncul isu tanah antara masyarakat dan Pertamina. Ada black and white sekitar 152 hektare yang tidak bisa diselesaikan Pertamina sendiri, melainkan perlu bantuan Pemerintah Daerah.
Fakta kedua, jelas Erick, proyek vital nasional seperti kilang, pupuk, dan lain-lain perlu memperoleh perhatian khusus. Mengingat, batas jarak antara masyarakat dan proyek vital terlalu dekat.
"Jadi, saya bukan mendoakan. Kalau pupuk itu ada amonia dan ada asam nitrat, kalau ada apa-apa, itu impact-nya lebih besar lagi. Karena itu, sekarang akan mulai memetakan buffer zone untuk kawasan vital," tandas Erick.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






