Kadin Berharap Perbankan Beri Diskon Bunga Kredit ke UMKM
JAKARTA, investor.id – Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan, efektivitas dan efisiensi dari kinerja perbankan antara lain dapat dilihat dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dan pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM). Semakin rendah nilai BOPO, maka bank akan semakin efisien.
“Kadin pun berharap, perbankan dapat lebih berkontribusi untuk meningkatkan daya tahan perekonomian nasional dengan memberikan bantuan pembiayaan bagi UMKM, salah satunya dengan memberikan diskon bunga kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” kata Arsjad kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Menurut dia, belum banyak perbankan terjun di segmen kredit UMKM dibanding kredit korporasi. Indonesia masih memerlukan lebih banyak perbankan yang memberi bantuan pembiayaan di sektor UMKM dengan beban bunga kredit terjangkau.
Saat ini, porsi kredit UMKM dari total kredit yang diberikan perbankan masih sangat rendah sekitar 21%. Sementara itu, Bank Indonesia mencatat, total kredit perbankan sebesar Rp 6.284,6 triliun pada Januari 2023.
“Perbankan memiliki tanggung jawab untuk bisa meningkatkan angka kredit UMKM, agar ketahanan struktur usaha terbesar di negara kita, yaitu UMKM, bisa terjaga keberlangsungannya. Presiden Joko Widodo sendiri sudah mengarahkan untuk meningkatkan porsi kredit UMKM menjadi minimal 30% tahun 2024,” tutur Arsjad.
Usaha mikro tercatat berjumlah 63,96 juta atau 99,6% dari total usaha. Jumlah usaha kecil sebanyak 193,96 ribu (0,30%) dan yang menengah 44,73 ribu (0,06%). Sedangkan usaha besar tercatat hanya 5,55 ribu atau 0,01%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






