Kamis, 14 Mei 2026

Kejar Hilirisasi Malaysia, Serikat Pekerja Dukung Transformasi Perkebunan Nusantara

Penulis : Mashud Toarik
2 Mei 2023 | 14:22 WIB
BAGIKAN
Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara
Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara

JAKARTA, Investor.id - Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara menyatakan mendukung program transformasi Holding Perkebunan Nusantara III Persero melalui pembentukan sub holding Palm Co dan Supporting Co usai sukses integrasi Sugar Co.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara, Asmanudin Sinaga, mengatakan langkah transformasi memperkuat industri perkebunan baik itu sawit, karet, teh, kopi dan komoditas lainnya secara nasional dari hulu hingga ke hilir.

"Kami menyakini bahwa pembentukan tranformasi melalui sub holding Palm Co dan Supporting Co akan menguntungkan perusahaan dan perekonomian nasional, sehingga sebagai serikat pekerja kita mendukung penuh langkah tersebut," kata pria yang akrab disapa Bang Naga tersebut dalam keterangan tertulis yang dikutip, Selasa (2/4/2023).

Khusus untuk Palm Co melalui penggabungan PTPN V, VI dan XIII akan bergabung ke dalam PTPN IV, ia menjelaskan bahwa industri kelapa sawit nasional membutuhkan terobosan dan inovasi. 

ADVERTISEMENT

Sehingga dia mengaku bangga karyawan aktif PTPN V saat ini dapat menjadi bagian dari gerbong perubahan tersebut. Keberadaan Palm Co, lanjutnya, akan meningkatkan nilai tambah CPO di dalam negeri, mengingat saat ini, Indonesia hanya memproduksi 47 produk turunan dari CPO.

Padahal, kata dia, jika mengintip negeri jiran, Malaysia telah memproduksi sekitar 100 jenis produk turunan CPO dan hampir semuanya telah dipasarkan di pasar regional dan internasional. Adapun, Indonesia masih mengandalkan CPO dan minyak goreng. 

“Adanya PalmCo dalam rangka hilirisasi ini adalah langkah sangat jitu," ujarnya.

Dari hasil konsolidasi, lanjut dia, Palm Co akan menjadi salah satu perusahaan sawit terbesar di dunia dari sisi luas lahan, yaitu mencapai lebih dari 600.000 Ha pada tahun 2026, dan akan menjadi pemain utama industri sawit dunia.

Terkait minyak goreng, PTPN nantinya akan mampu meningkatkan produksi minyak goreng curah dalam negeri dan meningkatkan produksi CPO. Melalui Palm Co, diharapkan pada 2026, PTPN akan mampu memproduksi 1,8 juta ton minyak goreng.

Begitu juga dengan Supporting Co yang ia nilai sebagai salah satu program nasional dalam rangka penguatan ketahanan ekonomi, pemerataan perkembangan wilayah, dan membangun lingkungan hidup yang berkeadilan.

“Untuk Supporting Co merupakan program hilirisasi sektor pangan dalam rangka penguatan ketahanan pangan. Kami yakin Supporting.co ini prospeknya sangat besar, karena mengelola komoditas-komoditas di luar kelapa sawit dan gula ditambah usaha lain-lain. Untuk itu, kami segenap karyawan memiliki kepercayaan penuh akan program transformasi ini,” kata dia.

Hal senada disampaikan Ketua Serikat Pekerja Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara V, Said Arindra Yulista yang menyatakan bahwa langkah transformasi sejalan untuk membantu meningkatkan bisnis perusahaan.

Said mengakui bahwa transformasi termasuk di tubuh PTPN V sejatinya telah berlangsung selama empat tahun terakhir di bawah kepemimpinan CEO Jatmiko Santosa dan memberikan warna dan semangat baru di perusahaan yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning tersebut.

Mengukil pernyataan CEO PTPN V, ia mengatakan bahwa ruang perbaikan itu masih terbuka lebar. "Untuk itu, sinergi dan kolaborasi ini harus kita jaga demi membawa PTPN V Juara," tegas Said.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 38 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 49 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia