Kamis, 14 Mei 2026

Jalan Terjal Menjadi Raksasa Ekonomi Digital

Penulis : Abdul Muslim / Emanuel Kure
25 Jun 2023 | 09:16 WIB
BAGIKAN
Pekerja melakukan pengecekan jaringan di Kampus Pusat Data H2, Karawang. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc)
Pekerja melakukan pengecekan jaringan di Kampus Pusat Data H2, Karawang. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc)

JAKARTA, investor.id – Ambisi Indonesia menjadi raksasa ekonomi digital di Asean tampaknya harus melalui jalan panjang dan berliku. Soalnya, jaringan internet di Tanah Air masih memprihatinkan. Di Asean, kecepatan internet Indonesia berada di urutan buncit.

Data Speedtest Global Index by Ookla menyebutkan, kecepatan internet seluler (mobile) Indonesia hanya berada di peringkat ke-9 dari 10 negara yang diukur di Asia Tenggara dan ke-99 secara global pada Mei 2023. Indonesia kalah dari Kamboja dan Filipina yang ekonominya lebih rendah. Indonesia hanya menang daripada Myanmar.

Kecepatan internet Indonesia untuk aktivitas unduh (download) hanya 22,33 mega bit per detik (mega byte per second/Mbps) dengan ketertundaan pengantaran data (latency) memburuk dari 18 milidetik (milliseconds/ms) pada April 2023 menjadi 27 ms per Mei 2023.

ADVERTISEMENT

Pada periode itu, kecepatan internet melalui kabel fiber optik (fixed broadband) Indonesia berada di peringkat ke-8 di Asia Tenggara dan ke-121 secara global. Indonesia hanya menang dari Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste. Kecepatan internet kabel di Tanah Air untuk download mencapai 26,90 Mbps, unggah (upload) 14,53 Mbps, dan latency 7 ms.

Jalan Terjal Menjadi Raksasa Ekonomi Digital

Pada kategori lima besar negara yang memiliki kecepatan internet seluler terbaik di Asia Tenggara, Brunei menjadi juaranya (peringkat ke-1) dan ke-18 secara global dengan 85,75 Mbps. Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand bertengger di peringkat ke-2 hingga ke-5.

Kecepatan internet kabel terbaik di Asia Tenggara ditempati Singapura yang juga berada di peringkat ke-1 dunia dengan 241,35 Mbps, menyusul Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Sebagian besar masyarakat Indonesia sejatinya sudah menggunakan internet. Berdasarkan riset proyeksi Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mencapai 210 juta pada 2020, naik sekitar 3,5% dibanding pada 2020 yang berjumlah 202,6 juta.

Jalan Terjal Menjadi Raksasa Ekonomi Digital

Terbaru, Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), organisasi regional yang berfokus pada upaya memperjuangkan hak-hak digital di kawasan Asia Tenggara, mengungkapkan, sebanyak 212,9 juta penduduk (77%) Indonesia sudah bisa mengakses internet dan masih terdapat 63,5 juta (23%) dari total 276,4 juta jiwa belum bisa mengakses internet per kuartal I-2023.

Akses internet bertali-temali langsung dengan ekonomi digital. Merujuk laporan studi riset dari Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia pada 2022 mencapai US$ 77 miliar atau setara Rp 1.141,49 triliun, tumbuh 22% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 63 miliar atau setara Rp 933,91 triliun. Angka itu diprediksi tembus US$ 220-236 miliar pada 2030. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 22 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 31 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 48 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia