Kamis, 14 Mei 2026

Jalan Terjal Menjadi Raksasa Ekonomi Digital

Penulis : Abdul Muslim / Emanuel Kure
25 Jun 2023 | 09:16 WIB
BAGIKAN
Pekerja melakukan pengecekan jaringan di Kampus Pusat Data H2, Karawang. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc)
Pekerja melakukan pengecekan jaringan di Kampus Pusat Data H2, Karawang. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc)

Hanya di Kota Besar

Benarkah jaringan internet Indonesia seburuk itu?

Pengamat teknologi informasi dan komunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Ridwan Effendi punya pandangan soal ini. Menurut Ridwan, kecepatan internet seluler dan kabel Indonesia dikategorikan lambat lantaran dipotret dari para pengguna yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air.

Nah, wilayah Indonesia luas sekali dengan cakupan sinyal beragam dari base transceiver station (BTS) 2G-5G dan kekuatan sinyal yang berkorelasi dengan kedekatan BTS yang juga bervariasi.

ADVERTISEMENT

“Karena cakupan yang belum merata, angka rata-rata nasional pasti jelek. Lain halnya kalau angka statistik hanya di kota besar,” kata Ridwan kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (23/6/2023).

Tentu saja, kecepatan internet Indonesia yang lebih rendah dari negara-negara lain di Asean bisa menghambat target negeri ini menjadi raksasa ekonomi digital di Asean dengan nilai US$ 230-260 miliar pada 2030.

Jalan Terjal Menjadi Raksasa Ekonomi Digital

“Secara umum akan ada hubungan. Statistik dulu menunjukkan korelasi antara pembangunan infrastruktur digital dengan rata-rata peningkatan produk domestik bruto (PDB),” ujar dia.

Dalam analisis Ketua Umum APJII, Muh Arif, kecepatan internet Indonesia masih bervariasi akibat faktor geografis dan perkembangan infrastruktur. Contohnya, Jakarta Raya memiliki kecepatan download rata-rata tertinggi 17.5 Mbps. Ini menunjukkan infrastruktur digital di daerah perkotaan, seperti Jakarta, sudah cukup matang.

“Namun di beberapa daerah lain, khususnya di daerah perdesaan dan terpencil, kualitas dan kecepatan internet masih perlu ditingkatkan,” tutur dia.

Namun, harus diakui, kecepatan internet di Indonesia sebenarnya terus meningkat. Khusus jaringan 5G, rata-rata kecepatan download pada Mei 2022 adalah 64,3 Mbps, sedangkan jaringan 4G mencapai 16,4 Mbps. Adapun kecepatan upload rata-rata jaringan 5G sebesar 19,6 Mbps, sementara 4G adalah 7,4 Mbps.

“Jadi, kecepatan download dan upload di jaringan 5G jauh lebih cepat daripada jaringan 4G,” tandas Muh Arif. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 23 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 32 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 50 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia