114 Perusahaan Raih Penghargaan Transparansi Emisi Korporasi 2023
JAKARTA, Investor.id - Lembaga independen Bumi Global Karbon Foundation (BGK Foundation) bekerja sama dengan Majalah Investor dari B-Universe memberikan penghargaan Transparansi Emisi Korporasi 2023. Penghargaan diberikan kepada 114 korporasi baik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia maupun perusahaan non terbuka (TBK).
BGK Foundation melakukan penilaian berdasarkan laporan publikasi perusahaan. Berdasarkan data dipublikasikan pada 2022, diperoleh data sustainability report (SR) yang berasal dari 114 perusahaan. BGK Foundation lalu melakukan perhitungan ulang atau memvalidasi kebenaran data yang disampaikan dalam SR masing-masing perusahaan.
Baca Juga:
Luhut: Dekarbonisasi Jangan Hanya WacanaPenilaian BGK Foundation mengacu pada GHG Protocol, salah satu standar global yang digunakan banyak lembaga di banyak negara dunia untuk mengevaluasi kemajuan penerapan program penurunan emisi korporasi.
Disampaikan Founder Bumi Global Karbon (BGK) Foundation Achmad Deni Daruri, ada dua poin penting penilaian yakni keberhasilan penurunan emisi dan perhitungan emisi. “Tingkat keberhasilan korporasi dalam upaya penurunan emisi masuk dua level penilaian, Green dan Green Elite. Green mengungkapan pencapaian dan perhitungan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) satu perusahaan, namun tidak ada assurance atau verifikasi pihak independen. Sedangkan Green Elite mengungkapan pencapaian dan perhitungan penurunan emisi GRK serta perhitungan GRK dan mendapat verifikasi pihak independen,” kata Deni.
BGK Foundation dan Majalah Investor juga memberikan apresiasi bagi korporasi yang berhasil dalam hal perhitungan penurunan emisi. Ada empat level penilaian keberhasilan perhitungan penurunan emisi. Pertama, Platinum Plus mengungkapkan perhitungan tiga cakupan emisi dan perhitungan GRK termasuk dalam lingkup verifikasi pihak independen. Kedua, Platinum yang mengungkapkan perhitungan tiga cakupan emisi namun tidak terdapat verifikasi pihak ketiga.
Level ketiga, Gold Plus berupa perhitungan dua cakupan emisi dan perhitungan GRK termasuk dalam lingkup verifikasi pihak ketiga. Keempat, Gold, berupa perhitungan untuk dua cakupan emisi namun tidak terdapat verifikasi pada perhitungan GRK. Kelima, Silver Plus, yakni penghargaan bagi korporasi dengan satu cakupan emisi dan perhitungan GRK termasuk dalam lingkup verifikasi pihak ketiga. Keenam, Silver yang diberikan untuk korporasi dengan satu cakupan emisi dan tidak ada verifikasi pihak independen untuk perhitungan GRK.
Dari 114 perusahaan yang mendapatkan penghargaan dari Bumi Global Karbon dan Majalah Investor, sebanyak 17 perusahaan berhasil mendapatkan gelar Platinum Plus, lalu sebanyak 18 perusahaan berhak mendapatkan gelar Platinum, dan 6 perusahaan mendapatkan gelar Gold Plus.
Sementara sebagian besar perusahaan atau sebanyak 54 perusahaan berhasil memperoleh penghargaan dengan titel Gold, diikuti 3 perusahaan mendapatkan titel Silver Plus dan 15 perusahaan lainnya mendapatkan penghargaan kategori Silver. Satu perusahaan dinyatakan tak bisa memenuhi kriteria perhitungan penurunan emisi.
Sementara itu dari sisi penurunan emisi, sebanyak 15 perusahaan mendapatkan titel Green elite, dan sebanyak 32 perusahaan mendapatkan predikat Green. Sisanya dianggap tak bisa memenuhi kriteria penilaian untuk penurunan emisi.
Teristimewa, sebanyak 10 (sepuluh) korporasi mampu meraih dua penghargaan kasta tertinggi baik untuk penurunan emisi dan perhitungan penurunan emisi. Kesepuluh perusahaan tersebut mampu merebut titel Green Elite, sekaligus Platinum Plus.
Tiga perusahaan di antaranya berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. Dua lainnya adalah perusahaan pupuk milik pemerintah yakni PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Pupuk Kalimantan Timur.
Dan yang menarik, empat perusahaan berasal dari industri migas dan pertambangan, yang kerap dituduh sebagai penyumbang emisi dan pemilik jejak karbon terbesar. Mereka adalah PT Bukit Asam Tbk, Indo Tambangraya Megah Tbk, dan PT Pertamina (Persero), serta anak subholding Pertamina di bidang geothermal yakni PT Pertamina Geothermal Energy. Satu perusahaan lainnya yang mampu meraih titel Green Elite sekaligus Platinum Plus adalah PT Cikarang Listrindo Tbk.
Djaka Susila, Pemimpin Redaksi Mejalah Investor menyebut upaya pemberian penghargaan ini merupakan bagian dari upaya mendukung langkah pemerintah yang mentargetkan net zero emission terwujud pada tahun 2060 atau lebih cepat sesuai dengan Paris Agreement.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler





