Pelaku UMKM Butuh Dukungan Akses Pembiayaan
JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya akses pembiayaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebab selama ini masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan untuk mendapatkan pembiayaan.
“Hal ini yang perlu kita sampaikan literasi harus terus dilakukan dan masing-masing perbankan diharapkan bisa masuk ke daerah-daerah termasuk yang paling mudah ini di pasar basah,” ucap Airlangga dalam acara Penganugerahan Pemenang Lomba Resensi Buku Pembiayaan UMKM di Hotel Kempinski pada Selasa (27/6/2023).
Pemerintah sudah merancang sistem Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar UMKM naik kelas dimulai dari KUR Super Mikro (bunga 3% dengan limit pinjaman di bawah Rp 10 juta), KUR Mikro (bunga 6% dengan limit pinjaman mulai dari Rp 10 juta sampai Rp 100 juta), KUR Kecil (bunga 6% dengan limit pinjaman mulai dari Rp 100 juta sampai Rp 500 juta).
“Memang KUR antara Rp 100 juta sampai Rp 500 juta prosentasenya relatif kecil. Oleh karena itu, sesudah Rp 500 juta dinaikan lagi kredit menengah Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar. Ini yang diharapkan menjadi kunci, karena pertumbuhan kredit selama Covid mengandalkan pertumbuhan UMKM,” tutur Airlangga.
Pemerintah berkomitmen terus mendorong pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas, karena UMKM merupakan pilar penting pembangunan ekonomi Indonesia. Sebagai bukti, sektor UMKM mampu berkontribusi terhadap PDB Indonesia sebesar 61% dan penyerapan tenaga kerja sebesar 97% dari total tenaga kerja di tahun 2019.
“Pembiayaan bagi UMKM menjadi salah satu faktor penting yang dapat menjadi akselerator perkembangan UMKM. Tidak ada Leaders’ Declaration, baik itu dalam G20 ataupun G7, yang tidak melibatkan isu UMKM, makanya UMKM sangat penting,” tutur Airlangga
Dia mengatakan meski jumlah UMKM di Indonesia banyak hingga mencapai 65,5 juta, share kredit UMKM dari total kredit masih berada di level rendah yakni hanya 20,99%.
Menko Perekonomian menjelaskan, selama 10 tahun terakhir rata-rata kredit tidak bergeser di kisaran 20%, maka Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar naik menjadi 30%. Dalam menghadapi tantangan pembiayaan, pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM melalui program KUR dengan tingkat suku bunga yang relatif rendah dan kompetitif yaitu 6%.
“Dalam pembiayaan KUR, terdapat pilihan skema yang tidak memerlukan agunan tambahan, yaitu untuk plafon KUR sampai Rp 100 juta,” kata dia.
Editor: Thomas Harefa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






