Dominasi Jepang di Era Kendaraan Listrik
2 Jul 2023 | 10:00 WIB
JAKARTA, investor.id - Dominasi mobil Jepang di industri otomotif Indonesia sudah berlangsung lebih dari setengah abad, dengan penguasaan pasar mencapai 90%. Berdatangannya merek-merek baru selama puluhan tahun, tidak mampu mengusik kedigdayaan mobil Jepang di kancah persaingan otomotif Tanah Air. Meski demikian, mulainya era kendaraan listrik (electric vehicle/EV) akankah mengubah peta persaingan di industri otomotif Indonesia ke depannya?
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan listrik sepanjang Januari-Mei 2023 mencapai 16.774 unit atau 3,96% dari total penjualan mobil nasional yang sebanyak 423.404 unit. Walaupun kontribusi EV terhadap total penjualan mobil masih kecil, pencapaian selama lima bulan pertama 2023 telah melampui penjualan sepanjang 12 bulan 2022 yang sebanyak 15.437 unit.
Dari total penjualan kendaraan listrik sepanjang lima bulan 2023, mobil-mobil Jepang menguasai 72,65% pasar EV di dalam negeri, dengan 98,33%nya berupa mobil hibrid (Hybrid Electric Vehicle/HEV), dan hanya 1,66% berupa Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV). Dominasi Jepang di segmen mobil hibrid sangat kuat dengan pangsa pasar mencapai 98,94%. Meski, di segmen BEV dan PHEV penguasaan pasarnya hanya 4,35%.
“Kepercayaan masyarakat pada produk dari negara Sakura sudah mengakar kuat. Hanya saja karena produsen Jepang tidak yakin pada BEV, mereka tidak terlalu mempersiapkan produk jenis BEV. Kita tunggu saja BEV dari negara Sakura, jika mereka ingin mengamankan posisi sebagai pemain utama di Bumi Pertiwi,” kata Pengamat Otomotif Bebin Djuana kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Bebin mengungkapkan, merek-merek Jepang yakin bahwa teknologi hibrid adalah jawaban kendaraan masa depan. Oleh sebab itu, pengembangan dan penyempurnaannya terus mereka lakukan.
Terlebih, menurut Bebin, saat ini BEV masih menghadapi kendala harga dan prasarana stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), sehingga masyarakat lebih memilih mobil hibrid. “Hal ini dibuktikan penjualan mobil-mobil hibrid yang jumlahnya tiga kali lipat dibanding BEV, di mana notabene hanya dua merek yang mendapatkan subsidi pemerintah,” ujar dia.
Bebin mengatakan, kunci Jepang bisa mendominasi pasar otomotif Indonesia bukan hanya model-model kendaraan yang disesuaikan dengan karakter masyarakat di sini, tapi juga segala sesuatu disesuaikan dengan kondisi Tanah Air. Mereka juga berani investasi besar, yang menunjukan keseriusan menggarap pasar dalam negeri dengan pengembangan jaringan serta layanan purna jual.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






