Jumat, 15 Mei 2026

Dominasi Jepang di Era Kendaraan Listrik

Penulis : Leonard AL Cahyoputra / Eva Fitriani
2 Jul 2023 | 10:00 WIB
BAGIKAN
Line-up kendaraan listrik Toyota yang cukup panjang masih akan bertambah di masa depan.
Line-up kendaraan listrik Toyota yang cukup panjang masih akan bertambah di masa depan.

“Mereka tentu akan memutuskan waktu yang tepat untuk menghadirkan BEV di negara kita dengan spesifikasi dan harga yang tepat. Kita hanya perlu bersabar,” ungkap Bebin.

Mobil Masa Depan

Bebin meyakini, mobil listrik akan menjadi kendaraan masa depan. “Turunnya jumlah kendaraan dengan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine/ICE) biar berlangsung alami, jangan dipaksakan. Ambil contoh apa yang terjadi di Norwegia, mereka sudah mulai gencar dengan EV sejak 20 tahun yang lalu, sekarang kendaraan ICE di sana tinggal 25%,” ujar dia.

ADVERTISEMENT

Di tempat terpisah, Seketaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan, masyarakat saat ini mulai melirik kendaraan listrik, baik murni listrik atau hibrid. Dan peta kekuatan di pasar mobil listrik ke depannya, akan sangat tergantung pada strategi masing-masing brand.

Hal itu, lanjut Kukuh, bakal menentukan persaingan mobil listrik selanjutnya. “Apakah Jepang masih akan mendominasi atau tidak, tergantung dari strategi pabrikan otomotif itu sendiri. Jepang punya mobil itu atau tidak? Kalau tidak ada, pasar EV bisa diambil Korea, Tiongkok, atau negara lain seperti Eropa. Ini menarik juga,” ujar Kukuh kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Intinya, Kukuh melihat, pasar Indonesia sangat menjanjikan. Rasio kepemilikan mobil di dalam negeri masih relatif rendah, yakni baru 99 per 1.000 penduduk.

Terkait lambatnya pabrikan asal Jepang melirik segmen EV, Kukuh menilai, itu tergantung dari falsafah masing-masing brand. “Mereka lebih memilih untuk memulai dari hibrid terlebih dahulu. Sekarang mobil hibrid juga tumbuh bersama dengan EV lainnya,” ungkap dia.

Meski, menurut Kukuh, harga mobil hibrid juga masih relatif tinggi. Sehingga, segmen marketnya masih kecil. “Kalau ada mobil hibrid yang harganya 300 juta dengan kualitas bagus, masyarakat pasti akan beli," ujar dia.

Dia menilai, masih terlalu dini menyebut pasar kendaraan listrik sudah sustain dan berkelanjutan. “Hanya waktu yang bisa menjawab dan kondisi ekonomi Indonesia ke depan,” tutur Kukuh.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia