Jumat, 15 Mei 2026

BPS Sarankan Pemerintah Perkuat Kebijakan Promosi untuk Dongkrak Pariwisata

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Jul 2023 | 18:40 WIB
BAGIKAN
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat berkunjung ke Baduy, Banten, beberapa waktu lalu
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat berkunjung ke Baduy, Banten, beberapa waktu lalu

JAKARTA, Investor.id –  Badan Pusat Statistik (BPS) menilai pemerintah perlu meningkatkan kebijakan promosi untuk mendongkrak pariwisata domestik. Apalagi pemerintah sudah mencabut status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Hal ini diperkirakan turut berdampak pada laju perekonomian nasional.

“Bagaiamana upaya pemerintah untuk mengupayakan promosi pariwisata di Indonesia, nantinya berdampak ke kunjungan wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara ini sangat bergantung dari pemerintah untuk bisa mempromosikan potensi wisata,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (3/7/2023).

Menurut Pudji, upaya meningkatkan kinerja pariwisata harus dijalankan secara sinergis antar Kementerian/Lembaga (K/L). Catatan BPS menunjukan jumlah kunjungan wisman mancanegara (wisman) secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2023 mencapai 4,12 juta kunjungan atau naik 312,91% dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Data tersebut menunjukan bahwa kebangkitan sektor pariwisata di Indonesia masih terus berlanjut.

ADVERTISEMENT

“Harus ada strategi untuk terus meningkatkan kunjungan pariwisata di Indonesia yang harus dilakukan bersama oleh K/L. Tentunya ini(pariwisata) akan berdampak ke pertumbuhan ekonomi di Indonesia karena pariwisata menyumbang devisa negara, kemudian belanja negara tentunya ada dan berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tutur Pudji.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Statistik Keuangan Teknologi Informasi dan Pariwisata BPS Harmawanti Marhaeni mengatakan kunjungan wisman terus meningkat sejak tahun 2022 dan diperkirakan terus meningkat pada tahun 2023. Beberapa kebijakan yang meningkatkan kinerja sektor pariwisata adalah program promosi pariwisata dan meningkatkan jumlah negara yang menggunakan visa on arrival dengan Indonesia. Visa on arrival merupakan dokumen izin masuk sementara yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada warga asing.

“Bicara dari data memang ada kenaikan (jumlah wisman), perkiraannya mungkin akan terus meningkat karena adanya kebijakan yang dilakukan pemerintah seperti promosi juga gencar dan kebijakan visa on arrival ditambah untuk negara yang bisa mendapatkan itu,” kata dia.

Multidimensi

Harmawanti mengatakan bila dilihat lebih detail sektor pariwisata tidak bisa berdiri sendiri dan berlangsung secara multidimensi. Sebab, banyak sektor yang terkait misalnya akomodasi hotel, transportasi, jasa penunjang pariwisata yang diyakini akan menggerakan pertumbuhan ekonomi baik pertumbuhan ekonomi daerah maupun pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ketika bicara pariwisata maka multidimensi yang terkena, secara teori pasti pariwisata meningkat otomatis akan menggerakan sebab banyak sektor yang terkait.Jadi, ketika pariwisata berkembang beberapa sektor dalam ekonomi juga akan bergerak semua sehingga pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat,” tutur dia.

Sebagai informasi jumlah kunjungan wisman khusus pada Mei 2023 mencapai 945,59 ribu kunjungan. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 9,21% dibandingkan April 2023 dan naik 166,42% dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu.

Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan udara pada Mei 2023 mencapai 659,06 ribu kunjungan, naik 258,52% dibandingkan dengan Mei 2022 dan naik 17,60% dibandingkan dengan April 2023 . Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan laut pada Mei 2023 tercatat 102,84 ribu kunjungan, naik 293,70% dibandingkan Mei 2022.

Meski bertumbuh dari tahun lalu, tetapi angka tersebut masih turun sebanyak 19,74% dibandingkan April 2023. Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan laut pada Mei 2023 tercatat 102,84 ribu kunjungan, naik 293,7% dibandingkan Mei 2022, tetapi turun cukup dalam 19,74% dibandingkan April 2023 .

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia