Jumat, 15 Mei 2026

Lepas IndiHome ke Telkomsel, Telkom Fokus Garap B2B dan UKM

Penulis : Emanuel Kure
7 Jul 2023 | 10:30 WIB
BAGIKAN
 FM Venusiana R, Direktur Enterprise dan Business Service Telkom (paling kanan), saat konferensi pers Telkom Digiland 2023, di Jakarta, Kamis (6/7/2023).
FM Venusiana R, Direktur Enterprise dan Business Service Telkom (paling kanan), saat konferensi pers Telkom Digiland 2023, di Jakarta, Kamis (6/7/2023).

JAKARTA,investor.id- Pasca integrasi IndiHome ke Telkomsel, PT Telkom Indonesia (persero) Tbk (Telkom) akan lebih fokus menggarap segmen Business to Business (B2B). Di segmen ini, selain sektor enterprise dan goverment, Telkom akan serius menggarap sektor Usaha kecil Menegah (UKM).

Untuk itu, Telkom akan menyediakan ekosistem solusi dunia usaha, dengan brand Indonesia Digital Business (Indibiz). Platform Indibiz ini nantinya akan tersedia dalam bentuk apps (aplikasi) yang menyediakan ekosistem digital dan solusi yang mendukung UKM.

“Jadi kami menyediakan ekosistem, solusi dunia usaha Indonesia, jadi kami mengangkat brand Indonesia Digital Business (IndiBiz), ini adalah ekosistem digital. Ekosistem digital itu adalah on top of connectivity. Jadi kita tidak bicara connectivity lagi, tetapi kita bicara solusi atau ekosistem apa sih untuk mendukung UKM atau pelaku usaha untuk naik kelas atau go global,” kata FM Venusiana R, Direktur Enterprise dan Business Service Telkom di Jakarta, Kamis (6/7/2023).

ADVERTISEMENT

Menurut Venusiana, untuk menyukseskan fokus tersebut, Telkom akan mengusung empat pilar utama, yaitu solusi platform dan layanan digital. Pada pilar pertama ini, UKM akan difasilitasi mulai dari logistik, transporatsi, hingga permodalan dalam bentuk digital, sehingga memudahkan UKM untuk men-deliver produk hingga ke konsumen.

“Jadi platform yang dibutuhkan oleh dunia usaha. Pengusaha pasti butuh modal, dia juga butuh suplier. Pada saat men-deliver product, dari suplier ke penjual, dia butuh transportasi, dari pengusaha ke pembeli, jadi kita siapkan platformnya. Jadi layanan digitalnya yang dikedepankan,” ujar Venusiana.

Kedua, kolaborasi dengan startup atau developer yang fokus menyediakan produk-produk dan solusi untuk UMKM. Ketiga, kolaborasi pembiayan dengan lembaga keuangan, serta kolaborasi dengan komunitas dunia usaha untuk meningkatkan produktivitas UKM.

“Jadi ini 4 pilar yang kita bawa, bahwa kita akan fokus dengan teman-teman di regional, yang saat ini tersebar dari Sabang-Merauke untuk menggarap UKM,” jelas Venusiana.

Lebih jauh, pasca intergrasi layanan IndiHome ke Telkomsel, maka Telkomsel akan fokus di Business to Consumer (B2C), untuk mengembangkan bisnis Fixed Mobile Convergence (FMC). Sedangkan Telkom fokus di B2B. Segmen B2B diyakini merupakan sumber pendapatan baru yang potensial yang fokus akan digarap untuk pertumbuhan perusahaan ke depan.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menuturkan, digitalisasi di berbagai bidang merupakan peluang yang sangat baik bagi Indonesia, untuk melakukan lompatan dan dapat berdiri sejajar dengan negara maju lain.

Berbagai kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, keuangan dan sektor lainnya dapat dicapai dengan lebih cepat dan lebih murah melalui berbagai platform digital. Untuk itu, kebutuhan akan infrastruktur digital connectivity, digital platform yang mumpuni, dan digital services yang beragam sesuai kebutuhan masyarakat menjadi sangat penting.

“Upaya kami untuk terus berinvestasi memperkuat lini usaha digital connectivity, digital platform dan digital services merupakan wujud nyata untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan digital, pembangunan masyarakat digital, dan akselerasi ekonomi digital, mengingat literasi dan keterampilan digital merupakan salah satu modal utama bagi Indonesia untuk mewujudkan cita-cita menjadi negara maju,” tegas Ririek.

Editor: Emanuel

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 17 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia