Perusahaan Dituntut Terus Tingkatkan Keamanan Siber
JAKARTA, investor.id - Semua perusahaan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, dituntut untuk terus meningkatkan keamanan siber guna melindungi aset perusahaan dan bisnisnya. Sebab, tren perkembangan teknologi digital dan adopsinya di berbagai sektor telah menimbulkan kerawanan terhadap ancaman kejahatan siber.
Saat ini, perkembangan digital telah menggeser dominasi penggunaan uang tunai sebagai pilar utama dalam era modern. Bahkan, sebuah survei global mengungkapkan bahwa hampir semua transaksi e-commerce sudah beralih ke digital, dan hanya 1% yang masih bertrankskasi cash on delivery. Kondisi ini telah mendorong lonjakan penipuan siber, sehingga membahayakan pelanggan perusahaan.
Managing Director Asia Trellix Jonathan Tan mengatakan, banyak perusahaan yang telah memperkuat platform keamanan sibernya selama beberapa dekade terakhir. Namun, para peretas (hacker) juga telah berkembang lebih pesat dan menggunakan cara lebih canggih untuk menyusup ke dalam sistem digital perusahaan.
“Saat ini, risiko dari ancaman siber sudah semakin tinggi. Di Singapura, penipuan phishing telah mengakibatkan kerugian finansial lebih dari S$ 500 juta tahun lalu,” ujar Jonathan Tan, dalam pernyataannya, Senin (10/7/2023).
Bagi para pemimpin bisnis, lanjut dia, kegagalan dalam memperkuat keamanan siber perusahaannya dan melindungi, baik pelanggan maupun perusahaan, dapat menempatkan dirinya ke dalam jurang kehancuran reputasi dan hubungan dengan mitra bisnis dan pelanggan.
Menurut Jonathan Tan, wilayah Asia-Pasifik saat ini tengah menghadapi peningkatan kasus penipuan phishing yang melibatkan berbagai kalangan individu dan pelaku bisnis.
Trellix Advanced Research Centre telah mendeteksi kenaikan signifikan dalam aktivitas tersebut, terutama saat musim liburan. Pada momen ini, para pembeli online, distributor, dan lembaga keuangan menjadi lebih rentan terhadap pengalihan dan serangan yang direncanakan.
Cara Hadapi
Untuk menghadapinya, perusahaan penyedia layanan sangatlah penting untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap tingginya kerentanan terhadap ancaman siber. Bisnis di wilayah Asia-Pasifik pun harus mengandalkan teknologi sebagai ‘pemain’ dengan sistem monitoring yang otomatis.
Sistem tersebut bertugas mendeteksi dan memberikan peringatan kepada staf teknologi informasi (TI) mengenai potensi serangan siber, sehingga dapat merespons dengan cepat dan mendapatkan keuntungan yang diinginkan.
Selain menerapkan sebuah platform keamanan siber yang kuat, pemimpin bisnis dituntut memprioritaskan kepercayaan pelanggan. Karena itu, kepala petugas keamanan informasi bertanggung jawab untuk mendorong pemahaman yang komprehensif tentang keamanan siber, baik secara internal maupun eksternal, termasuk membangun komunikasi yang transparan dengan pelanggan.
Survei PWC
Menurut survei terbaru PwC, prioritas utama keamanan siber untuk 20% pemimpin senior adalah membangun kepercayaan pelanggan dengan menggunakan dan melindungi data mereka secara etis.
Sementara itu, akibat phishing online yang terus meningkat seiring dengan laju digitalisasi yang cepat, perusahaan di wilayah Asia-Pasifik pun harus memprioritaskan untuk membangun kepercayaan digital kepada para pelanggannya.
Upaya yang berlanjut tersebut diharapkan akan memastikan kepercayaan pelanggan dalam melakukan transaksi online dan memberikan informasi data pribadinya.
Berdasarkan hasil riset terbaru Trellix, yaitu Mind of the Chief Information Security Officer (CISO), ditemukan bahwa perusahaan di Singapura rata-rata menggunakan 28 solusi keamanan individu. Namun, sebanyak 36% CISO di Singapura juga mengungkapkan rasa kewalahan memanfaatkannya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






