Jumat, 15 Mei 2026

Berpotensi Rugi US$ 7 M, RI Ajak Negara Lain Lawan EUDR

Penulis : Tri Listiyarini
14 Jul 2023 | 07:20 WIB
BAGIKAN
Kebun sawit. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Defrizal
Kebun sawit. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Defrizal

Melalui EUDR, barang yang masuk ke UE harus bebas deforestasi dengan tergantung pada UU di negara masing-masing dan wajib lolos due diligence. Dalam prosesnya, negara akan diklasifikasikan menjadi tiga, yakni low risk (risiko rendah), standard risk (risiko sedang atau standar), dan high risk (risiko tinggi). Apabila masuk high risk, 8% barang yang masuk harus diverifikasi. Untuk standard risk dan low risk masing-masing barang yang harus diverifikasi 6% dan 4%. "Masalahnya, dalam berbagai kasus, mereka tetap butuh verifikasi dan verifikasi ini tentu ada ongkosnya, siapa yang menanggung? Dan ini sangat mengganggu bagi pekebun rakyat (smallholders) yang jumlahnya di Indonesia ada 15-17 juta pekebun, mereka pasti akan terdampak dengan ketentuan verifikasi ini," ungkap Airlangga.

Laju Deforestasi RI 2021-2022 Turun 8,4%

Keberatan Indonesia lainnya terkait EUDR adalah kewajiban geolocation. "Kita keberatan, tidak perlu geolocation untuk setiap produk dicek. Karena kita itu sudah berbasis standar ISPO/RSPO untuk sawit dan SVLK untuk kayu," ungkap Airlangga. Menurut dia, secara resmi implementasi EUDR dengan berbagai guideline berlaku pada 18 bulan sejak diundangkan atau sekitar Mei-Juni 2025. Karena itulah, RI berusaha mencapai kesepakatan baru dari implementasi aturan tersebut, di antaranya belum lama ini melakukan joint mission ke UE bersama Malaysia yang kemudian ditindaklanjuti dengan kedatangan para pejabat pemerintah dan parlemen UE ke Indonesia. "Kita membahas joint task force untuk melakukan dialog dan mendorong agar kebijakan itu tidak diskriminatif serta melibatkan para stakeholders dan ada capacity building untuk para smallholders," ujar dia. Karena isu EUDR bukan menyangkut pengadilan, task force berperan mengawal implementasi EUDR dan saat ini sudah 13 negara yang memiliki situasi hutan seperti Indonesia dan mendukung sikap RI.

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia