Jika MIND ID Mundur, Divestasi Vale Bisa Kembali Lewat Bursa
Secara terpisah, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bakhtiar mengatakan divestasi merupakan pengurangan saham asing untuk menjadi porsi milik nasional dengan tujuan untuk penguasaan negara atas tambang dan memberikan pendapatan yang lebih besar kepada negara.
Menurutnya, pelepasan saham melalui bursa maka pembeli atau kepemilikan saham tidak sesuai dengan tujuan divestasi. Oleh sebab itu, Bisman menegaskan pelepasan saham melalui bursa bukan divestasi sebagaimana diamanatkan UU Minerba.
"Jadi divestasi harus ke BUMN jika tidak divestasi ke BUMN lebih baik setop tidak perpanjangan KK menjadi IUPK," ujarnya kepada Investor Daily.
Vale Indonesia merupakan perusahaan tambang dan pengolahan nikel terintegrasi yang beroperasi di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Perusahaan asal Kanada itu mengantongi Kontrak Karya (KK) pada 1968.
Vale telah mendapatkan perpanjangan pertama pada Januari 1996. Konsesi Vale Indonesia berakhir 28 Desember 2025. Bila Vale memenuhi syarat perpanjangan maka mendapatkan lisensi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
Win-Win Solution
Center of Economic and Law Studies (Celios) mendukung arahan Presiden Joko Widodo yang mengutamakan kepentingan nasional dan tak merugikan investor terkait divestasi Vale Indonesia. Win-win solution sesuai arahan Presiden dapat diartikan MIND ID memegang hak pengendali dan Vale Indonesia memperoleh perpanjangan operasi.
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira mengatakan Presiden secara tegas menyatakan kepentingan nasional harus didahulukan terkait negoisasi divestasi saham Vale Indonesia. Namun tentunya tetap menjaga iklim investasi.
"Win-win solution [Arahan Presiden] bisa diartikan MIND ID dapat hak pengendali dan Vale mendapatkan perpanjangan operasi [pasca 2025]," kata Bhima kepada Investor Daily.
Jalan tengah ini pun mengakhiri polemik kepemilikan 51% saham nasional sebagai syarat perpanjangan operasi Vale. Dengan memegang hak pengendali maka porsi saham MIND ID tidak perlu mayoritas dalam komposisi kepemilikan Vale Indonesia. Terlebih dalam divestasi ini Vale hanya melepas 11%. Dengan porsi saham tersebut maka MIND ID hanya memiliki 31%.
Bhima menuturkan hak pengendali yang dimiliki MIND ID berpengaruh pada integrasi antara sektor tambang nikel dengan smelter di Indonesia. Pasalnya proses hilirisasi nikel saat ini belum tuntas. Mayoritas hasil pengolahan di dalam negeri masih berbentuk setengah jadi, seperti feronikel dan nikel pig iron, sehingga penerimaan negara belum maksimal.
"Ini adalah kesempatan bagi pemerintah untuk mengintegrasikan hulu dan hilir nikel," ujarnya.
Editor: Euis Rita Hartati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam
Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level iniHarga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatTag Terpopuler
Terpopuler






